![]() |
| Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan. (Foto:adpim) |
Menanggapi situasi bencana banjir yang terjadi di beberapa kabupaten di Kalbar belakangan ini, dia menegaskan bahwa siapapun pemimpinnya, sosok tersebut tetap tidak akan mampu melawan kehendak alam.
Oleh sebab itu, Krisantus mengimbau seluruh masyarakat Kalbar untuk tetap bersikap waspada terhadap potensi pasang surut air laut yang kerap terjadi, terutama pasang tertinggi mencapai 1,9 meter yang akan terjadi di Perairan Pontianak dan Kendawangan pada tanggal 18-20 Januari 2026 mendatang berdasarkan prakiraan dari BMKG Maritim Kalbar.
"Kita hanya bisa mengimbau masyarakat agar waspada terhadap musim yang tidak menentu. Kalau untuk antisipasi, saya pikir tidak ada yang mampu mengantisipasi ketika air banjir. Oleh sebab itu, pemerintah sebagai pimpinan di daerah ini, kita mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati," kata Krisantus saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 14 Januari 2026.
"Bertindak antisipasi adalah langkah yang paling tepat menghadapi cuaca seperti sekarang ini," kata orang nomor dua di Kalbar tersebut
Terkait langkah antisipasi banjir sendiri, Wagub Kalbar menyampaikan agar masyarakat dapat segera mengamankan perabotan rumah tangga maupun barang-barang penting agar tidak terendam banjir, khususnya bagi mereka yang menetap di dataran lebih rendah. Dirinya juga menekankan warga untuk terus menjaga dan memelihara alam Kalbar.
"Jangka pendek dan jangka panjangnya, kita pelihara alam kita. Ini sudah mulai muncul dampak-dampak daripada eksploitasi sumber daya alam yang tidak diperhitungkan. Oleh sebab itu pemerintah tentu mengimbau itu. Jadi, kita hanya mengimbau masyarakat agar berhati-hati, berwaspada. Untuk yang berada di dataran-dataran rendah, itu siap-siap mengamankan perabotnya, barang-barangnya agar tidak terkena banjir," pungkasnya.(*/)
