![]() |
| Windy Prihastari, Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat. (Foto:Istimewa) |
"Melalui kegiatan E-AKSI ini, diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya integritas serta menanamkan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan keluarga, pendidikan, dan pemerintahan di Kalimantan Barat," kata Windy Prihastari, Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar daring melalui Zoom Meeting bertema 'Mitigasi Risiko: Kepatuhan, Transparansi, dan Akuntabilitas dalam Pengadaan Barang dan Jasa'. Kegiatan ini diikuti oleh ASN, PAKSI/API, mahasiswa, serta masyarakat umum. Dalam kegiatan tersebut, para narasumber membahas pentingnya tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel sebagai langkah pencegahan praktik korupsi, serta mengupas langkah konkret dalam mengidentifikasi dan memetakan risiko sekaligus memperkuat tata kelola pengadaan yang bersih dan berintegritas.
Pada hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bertema 'Dharma Wanita sebagai Penggerak Keluarga Berintegritas' yang digelar di Kantor BPSDM Provinsi Kalimantan Barat dengan total peserta sekitar 50–80 orang. Kegiatan ini menekankan peran keluarga, khususnya perempuan, dalam menanamkan nilai kejujuran dan integritas sejak dini.
Masih pada hari yang sama, telah diselenggarakan talk show di Radio Republik Indonesia (RRI) Pontianak dengan tema 'Peran Pendidikan dan Kolaborasi dalam Pencegahan Korupsi'. Talk show tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun budaya antikorupsi.
Kegiatan pun berlanjut pada 4 Maret 2026 melalui program edukasi bertajuk 'Bincang Anti Korupsi ala Gen Z: Jujur Itu Keren' yang diikuti sebanyak 350–400 siswa di Sekolah Kejuruan Pelayaran. Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda, kegiatan ini mengajak pelajar untuk memahami bahwa sikap jujur dan berintegritas merupakan nilai penting dalam kehidupan.
Pada hari yang sama juga digelar dialog publik bersama mahasiswa bertema 'Sinergi Kolaborasi E-AKSI untuk Keberlanjutan Kemanfaatan dan Dampak Nyata' yang melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dari Universitas Tanjungpura Pontianak. Selain itu, diselenggarakan pula talk show interaktif di TVRI Kalimantan Barat dengan tema 'Dari Ruang Kelas Menuju Negeri Tanpa Korupsi' yang menyasar masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan E-AKSI kemudian ditutup pada 5 Maret 2026 dengan kegiatan bertema 'Membangun Keluarga Berintegritas dengan Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Keluarga' yang diikuti oleh majelis taklim di lingkungan BPSDM Kalbar. Pada sesi terakhir, digelar pula seminar daring bertema 'Pengembangan SDM Berintegritas untuk Negeri' yang kembali melibatkan ASN, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi nyata berbagai pihak dalam mendukung upaya pencegahan korupsi secara berkelanjutan.(*/lyn)
