– Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi keluarga melalui kegiatan “Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga dan Praktek Pembuatan Pupuk Cair dari Sampah Organik”. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Malinau Hilir, Kabupaten Malinau, Sabtu (6/12).
Program yang digagas Kelompok Kerja (Pokja) III TP PKK Kaltara ini dibuka secara resmi oleh Hj. Andi Khamisah Iqro, S.Ag., mewakili Ketua TP PKK Kaltara Hj. Rahmawati Zainal, S.H.
Dalam sambutannya, Andi Khamisah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian TP PKK terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas masyarakat—khususnya para ibu—dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna.
“Kita ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu mengolah limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti pupuk cair dan kompos organik yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga bahkan dijadikan peluang usaha,” ujar Andi Khamisah.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa bisa diperluas ke berbagai daerah di Kaltara sebagai bentuk dukungan TP PKK terhadap program pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup, pengurangan sampah, serta pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Saya harapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan dapat menerapkan prinsip 3R — Reduce, Reuse, Recycle — dalam aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Pelaksanaan kegiatan tidak hanya berisi penyuluhan mengenai pengelolaan sampah organik dan nonorganik, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pupuk cair memanfaatkan sisa limbah dapur seperti sayuran, buah-buahan hingga air cucian beras. Suasana praktik berjalan interaktif, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahap proses pembuatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa sampah rumah tangga bukan hanya masalah, melainkan juga dapat menjadi sumber manfaat serta peluang ekonomi keluarga. (dkisp/kaltaraprov)
