![]() |
| Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara H. Datu Iqro Ramadhan, saat memimpin Apel Gabungan di lingkungan Pemprov Kaltara. (dkispkaltaraprov) |
Dalam arahannya, Datu Iqro meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera merampungkan pekerjaan yang masih berjalan sekaligus melakukan evaluasi program tahun berjalan.
“Ini bulan terakhir. Seluruh OPD harus berlomba menyelesaikan program masing-masing. Saya berharap Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dapat disusun sebaik mungkin agar pemeriksaan pada tahun depan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Datu Iqro turut mengingatkan bahwa memasuki tahun anggaran 2026, alokasi APBD Provinsi Kaltara mengalami penurunan. Kondisi ini juga dialami hampir seluruh provinsi di Indonesia, terutama terkait Transfer Pusat ke Daerah (TKD).
“Karena itu saya harapkan seluruh perangkat daerah segera menginput program kegiatan untuk tahun 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penurunan alokasi APBD akan berpengaruh terhadap pelaksanaan program di tahun mendatang. Oleh sebab itu dibutuhkan penyesuaian yang realistis agar tidak membebani keuangan daerah.
“Kita harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Jangan memaksakan kegiatan yang berujung pada berkurangnya kesejahteraan pegawai,” tegasnya.
Datu Iqro juga menginstruksikan agar OPD memprioritaskan kegiatan wajib, seperti Standar Pelayanan Minimal (SPM), peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, dan HUT Provinsi Kaltara.
“Kuncinya satu: pemerintah daerah yang mampu bertahan adalah yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) besar, sehingga tidak terlalu bergantung pada dana transfer. Tugas kita adalah bagaimana terus meningkatkan PAD,” pungkasnya. (dkisp)
