Warga Jabai Keluhkan Air Sungai Sekadau Tercemar Diduga Karna Aktivitas PETI

Sebarkan:

Kondisi air sungai Sekadau di Jabai Sekadau Hulu 

Sekadau, Suaraborneo.id - Tercemarnya air sungai Sekadau tepatnya di Kecamatan Sekadau Hulu yang di duga akibat Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) membuat masyarakat yang terdampak mengeluh karna air sungai Sekadau tidak layak dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.


Rosnan Salah satu warga Dusun Jabai, Desa Rawak Hilir, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau mengaku mengeluh karena tercemarnya air sungai Sekadau membuat keluarganya harus menggunakan air yang kotor untuk keperluan sehari-hari termasuk juga untuk dikonsumsi


"Dampak dari air yang tercemar ini sangat terasa bagi kami yang tinggal di Dusun Jabai ini. Akibat menggunakan air sungai Sekadau ketika selesai mandi badan terasa gatal-gatal dan ketika airnya kami konsumsi biasanya membuat sakit perut," katanya kepada Suaraborneo.id, Senin  (3/8) 


Rosnan mengatakan, warga yang tinggal di pinggiran sungai Sekadau khususnya yang berada di Dusun Jabai selama ini hanya mengandalkan air sungai Sekadau untuk keperluan sehari-hari apalagi warga yang kurang mampu tak bisa setiap hari harus membeli air galon untuk keperluan hidup karena minimnya perekonomian


"Kami terpaksa menggunakan air sungai yang tercemar ini untuk kebutuhuan hidup sehari-hari karena kami tak punya biaya untuk membuat sumur bor dan membeli air galon setiap hari. Jangankan untuk membuat sumur bor untuk makan aja kami susah," keluhnya. 


Rosnan berharap ada tindakan tegas dari Pemerintah dan pihak terkait untuk mengatasi pencemaran sungai Sekadau sehingga airnya layak untuk digunakan.


"Saya berharap agar Pemerintah tegas dalam mengatasi pencemaran sungai ini karena kami sebagai masyarakat yang terdampak sangat butuh air sungai yang bersih dan kami ingin sungai kembali jernih seperti dulu sehingga aman untuk dikonsumsi," pungkasnya. (Novi)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini