Sepuluh Ribu Hektar Tanaman Kelapa Sawit Butuh Peremajaan

Editor: Redaksi

H. Syafriansyah 

SANGGAU, suaraborneo.id - Pemerintah terus menggalakan  peremajaan tanaman kelapa sawit untuk meningkatkan produksi. Di Kabupaten Sanggau, tidak kurang dari sepuluh ribu hektar tanaman sawit membutuhkan peremajaan.


Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Bunnak) Kabupaten Sanggau, H. Syafriansyah mengatakan luasan lahan perkebunan sawit di Sanggau lebih dari 269 ribu hektar. Sementara dari segi produksi masih sangat rendah. Hal itu dikatakan Syafriansyah berdasarkan evaluasi yang dilakukan pihaknya tahun 2019 lalu.


"Lahan sawit di Sanggau produksinya baru 12 ton perhektar pertahun. Dalam lima tahun kedepan, kami akan mencoba minimal hingga 18 ton perhektar pertahun atau rata-rata produksi nasional," ujarnya, Selasa (3/11).


Mengapa masih rendah? Dijelaskan Syafriansyah karena di Sanggau masih banyak tanaman-tanaman kelapa sawit tua. Akibatnya, produktivitas menurun. Untuk mengatasi ini, pihaknya melakukan peremajaan tanaman kelapa sawit tua.


Syafriansyah menambahkan, tahun 2019, pihaknya telah berhasil melakukan peremajaan 1.200 hektar dari luasan 10 ribu hektar tanaman kelapa sawit tua tersebut. Kemudian, tahun 2020, progresnya ditargetkan 2 ribu hektar. 


"Saat ini (2020), sudah lebih dari 1.300an. Nah, kita dapat dana hibahlah untuk petani. Tahun ini Rp30 juta perhektar dikelola petani langsung baik melalui KUD maupun kelompok," ungkapnya.


"Kami di dinas siap memfasilitasi untuk pendataan. Kami menetapkan calon petani dan calon lahan lengkap dengan koordinat dan luasannya. Nah sekarang masih berjalan dan mudah-mudahan kedepan bantuan ini tetap masih ada," harapnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini