Kasus Covid-19 Yang Dirawat di RSUD Soedarso Meningkat

Editor: Redaksi

Harisson 

PONTIANAK, suaraborneo.id - Kepala dinas kesehatan provinsi kalimantan barat, Harisson mengungkapkan, saat ini terjadi peningkatan kasus Konfirmasi Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit. 


Ia mengatakan, bahkan digedung isolasi terpadu lantai 1, 2 dan 3 di RSUD dr Soedarso Pontianak sudah terisi. Begitu juga di ruangan isolasi yang memiliki fasilitas peralatan Non Infasive Ventilator dan alat Ventilator juga hampir penuh.


“Saat ini RSUD dr Soedarso sedang menyiapkan beberapa ruangan tambahan dan alat ventilator tambahan untuk merawat pasien covid-19,” ujar Harisson dalam keterangan persnya, Sabtu (10/10) siang.


Ia menegaskan bahwa sekarang ini terjadi kecenderungan peningkatan kasus Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Kecenderungan kasus Covid-19 yang dirawat ini merupakan kasus-kasus dengan gejala sedang sampai berat, dimana pasien memerlukan alat bantu pernafasan utk menyuplai oksigen ke dalam paru-paru yaitu Non Infasive Ventilator maupun Ventilator.


“Sudarso sudah menambah lima ventilator untuk merawat pasien Covid-19. Sedangkan untuk menjaga ketersediaan ruangan isolasi Covid, RS Sudarso akan menambah kapasitas ruangan untuk pasien yang dirawat dengan kasus Covid-19,” jelasnya. 


Ia mengimbau masyarakat untuk segera sadar dan terus waspada bahwa saat ini telah terjadi peningkatan kasus Covid-19 dengan gejala sedang sampai berat yang dirawat di rumah sakit RSUD Soedarso bahkan cenderung menjadi fatal atau menyebabkan kematian. Kasus kasus berat dan bahkan fatal adalah kasus yang terjadi pada pasien dengan komorbid seperti penyakit diabetes atau kencing manis, penyakit jantung, penyakit ginjal, Hipertensi yang tidak terkontrol serta asma dan lain lain.


“Penyakit komorbid ini berisiko dan dapat menyebabkan kematian pada pasien yang tertular covid-19. Bisa menjadi fatal dan dapat menyebabkan kematian ,” tegasnya.


Ia mengatakan mungkin saja pada anak muda atau dewasa muda tanpa komorbid yang tertular Covid-19 atau telah dinyatakan positif tidak menunjukkan gejala (OTG) atau asimtomatik, tetapi bila anak muda tersebut bertemu dengan yang orang yang berusia tua, usia yang rentan apalagi dengan orang yang memiliki komorbid maka apabila terjadi penularan ini akan dapat berakibat fatal. 


“Maka yang tertular ini akan menderita Covid -19 dengan kondisi penyakit yang berat sehingga butuh perawatan khusus di rumah sakit, butuh alat bantuan pernafasan,” imbuhnya.


Ia mengatakan bila masyarakat tidak kunjung sadar dan tidak terus berdisiplin  menjaga agar tidak tertular dari Covid-19 maka penularan akan terus berlangsung yang meyebabkan peningkatan kasus yang dirawat di rumah sakit. 


“Percayalah nanti kalau masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan maka  rumah sakit- rumah sakit kita akan penuh yang menyebabkan pelayanan perawatan terhadap pasien Covid menjadi tidak optimal yang disebabkan oleh tidak seimbang nya antara pasien yang dirawat dengan jumlah dokter atau tenaga kesehatan yang merawat,” ujarnya.


Ia mengatakan kalau rumah sakit sudah penuh. Maka akan ada pasien yang dirawat di koridor rumah sakit dan tentu saja ini tidak kita inginkan.


“Nantinya perawatan yang melebihi kapasitas tempat tidur rumah sakit akan menyebabkan  kualitas layanan tidak optimal dan ini bearti pasien tidak dapat terlayani dengan baik,” pungkasnya.(TS).

Share:
Komentar

Berita Terkini