Pentahbisan 2 Pasionis Dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sekadau

Editor: Redaksi
Acara pentahbisan 
SEKADAU, suaraborneo.id - Uskup Keuskupan Sanggau Mgr Julius Mencucini, CP Mentabiskan dua orang imam baru di Mega Tenda Paroki Hati Kudus Yesus Rawak, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kamis, (27/02).

Pentahbisan 2 Pasionis ini dihadiri oleh Bupati Sekadau, Rupinus dan Wakil Bupati Sekadau Aloysius, Ketua DPRD Kabupaten Sekadau Radius Effendi, anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Aron, Puluhan Imam Pasionis dan Projo, para bruder, suster, dan ribuan umat Katolik dari paroki Hati Kudus Yesus Rawak.

Dua Orang Imam baru yang ditabiskan adalah Diakon Damaskus Damas CP dan Diakon Antonius Bulau CP. Misa dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Sanggau dan puluhan imam Pasionis dan Projo.

Dalam homilinya, Uskup Julius mengatakan bahwa Tuhan yang memilih para Imam dan ditetapkan oleh Allah sendiri. 

"Tuhanlah yang memilih para imam, dan kita tidak bisa menolak panggilan itu sendiri, sehingga para imam dipilih oleh Allah dan merekalah yang memiliki, dan imam ditempatkan oleh Allah dan bekerja diladangnya," ucap Uskup.

Ia juga menjelaskan kepada para imam bahwa panggilan Tuhan itu tumbuh sendiri dan menyempurnakan dalam kuasanya.

"Panggilan Tuhan tumbuh sendiri dan Allah telah memberi diladangnya, menyempurnakan dalam kuasanya dan juga dalam bacaan kedua, Rasul Paulus meyakinkan kita untuk mengikuti panggilannya dan ia juga meyakinkan kita dan memberikan semangat dalam dunia panggilan ini," jelasnya.

Ia juga mengatakan gembala yang baik adalah memberikan hidup sepenuhnya kepada umatnya.

"Gembala yang baik adalah memberikan kehidupan bagi umatnya, sehingga mereka selamat dan dan sejahtera dalam melayani umatnya, Ia harus menjadi terang baru menjadi terang untuk orang lain, ia harus melayani diri baru bisa melayani orang lain, sebagai gembala harus melindungi umatnya dari berbagai bencana dan lainnya," kata Uskup. 

"Jadikanlah salib Kristus sebagai sarana kehidupan dan keselamatan dan saliblah yang memberikan keselamatan kehidupan bagi umat yang percaya kepadanya," pesannya.

Uskup juga berharap kepada para umat agar mendoakan para imam dalam tugas melayani agar mereka bisa bertugas dengan baik dan dikuatkan dalam panggilannya.

"Saya mohon kepada umat supaya mendoakan para imam agar para imam mampu mengemban tugasnya dengan baik dalam melayan dan dikuatkan dalam panggilannya," harap Uskup.

Sambutan Ketua panitia panitia pelaksana pentabisan imam baru tersebut mengucapkan selamat dan proviciat untuk kedua imam baru tersebut

Ia juga berharap kepada para umat yang ada agar mendoakan imam baru tersebut agar kuat dalam panggilannya.

"Saya mohon kepada umat agar mendoakan para imam agar para imam mampu mengemban tugasnya dengan baik dalam melayani," harapnya.

Sementara itu, sambutan dari perwakilan dari imam baru tersebut pastor Damaskus Damas CP mengatakan "Sakramen imamat adalah Rahmat sekaligus amanat,".

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia, uskup dan pastor yang telah mensukseskan acara pentahbisan ini.

"Terimakasih kepada Tuhan yang telah memilih kami, Uskup Julius yang telah Mentabiskan kami, pihak Konggregasi Pasionis yang telah menerima kami, para pastor Konggregasi Pasionis yang telah mendahului kami Pastor Paroki dan DPP Hati Kudus Yesus Rawak, dan kami tidak bisa memberikan apa-apa uang kami bisa hanya memberikan doa kepada umat," ucapnya.

Sementara itu pastor Nikodemus Jimbun CP Provinsial Pasionis Indonesia mengucapkan proviciat dan selamat atas pentabisan kedua imam baru tersebut.

"Selamat atas tabisan imamat yang kalian terima semoga kalian menjadi imam yang terus ceria, dan berbahagia," ucapnya.

Ia juga berharap kepada kedua imam baru tersebut agar bisa membuat umat menjadi dekat dengan Tuhan.

"Untuk kedepan buatlah umat uamatmu menjadi bahagia, ceria selalu dekat dengan umatnya dan Tuhan," pesannya. 

Sebagai informasi, Pastor Antonius Bulau CP akan bertugas di Novisiat Batu, dan pastor Damaskus Damas CP akan bertugas dirumah Retret Benuah Pasionis Keuskupan Agung Pontianak.

Penulis: Meri Cintya
Editor: Asmuni 
Share:
Komentar

Berita Terkini