Bupati Rupinus dan Kepala DKP3 Ikut Panen Cabe Petani Mandiri

Editor: Redaksi
Bupati Sekadau, Rupinus didampingi kepala DKP3, Sande ikut panen cabe milik petani mandiri di Pal 4 Jalan sekadau-sanggau 
SEKADAU, suaraborneo.id - Bupati Sekadau, Rupinus didampingi kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Sande, panen cabe bersama petani milik seorang mandiri, Yudi di Pal 4, Jalan sekadau-sanggau, Sabtu (30/11) siang. 

Di wawancarai wartawan usai panen cabe, Bupati Sekadau Rupinus menyampaikan apresiasi kepada pemilik lahan cabe yang sudah berhasil dan sudah dipanen. Bupati Sekadau berharap, agar petani lainnya juga bisa membudidayakan cabe, sesuai potensi daerahnya di Kabupaten Sekadau, bukan hanya di tempat ini saja. 

"Kemarin kita juga sudah panen cabe di Boti, Rirang Jati, di Pal 4 ini dan kedepan di seberang kapuas desa Landau Kodah," ujarnya. 

Bupati Sekadau berharap supaya bantuan dari pemerintah daerah betul-betul bisa di manfaatkan oleh masyarakat, oleh petani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. 

"Jangan hanya fokus kepada komoditi tertentu misalnya, hanya sawit dan padi. Masyarakat kan banyak pilihan dalam berusaha," pesannya. 

Menurutnya, saat ini untuk petani cabe tidak ada masalah, hanya saja masalah turun naik harga. Termasuk ditempat ini lahan cabe milik Bapak Yudi juga tidak sampai 1 hektar, namun hasil cukup lumayan. Lahan tidak harus luas. 

"Tapi hasilnya sekali panen dalam 4 hari bisa mencapai 400 kilo gram, dalam sebulan bisa 6 kali panen," kata Bupati Rupinus. 
Terkait pembinaan dan bantuan terhadap petani, Kepala DKP3 Kabupaten Sekadau, Sande mengatakan, tahun ini kita bantuan dari pemerintah 25 hektar, tahun lalu kita dapat 5 hektar yang ada di Rirang Jati Kecamatan Nanga Taman. 

"Dari perkembangan para petani cabe ini kita lihat bahwa ada kelompok-kelompok tani yang perlu tindak lanjutnya, salah satunya bantuan mesin pompa untuk persiapan muaim kemarau. Biar ini bisa menjadi komoditi unggulan masyarakat, kita ingin mengarahkan agar ini menjadi ikon bisnis mereka, selain produk mereka bisa diolah didalam, mereka juga sudah punya penampung seperti di pontianak dan sintang," jelasnya. 

Selain itu, Sande mengatakan kedepan akan membentuk Asosiasi petani cabe di Kabupaten Sekadau. Kemudian, mereka juga juga perlu bantuan alat-alat pertanian seperti Hand Traktor untuk pembukaan lahan. Tekhnisnya, mungkin secara bergilir perkelompoknya. 

Sity Hasanah, seoramg Ibu yang sedang panen cabe, kebetulan posisi berdampingan dengan Bupati Sekadau saat panen, mengucapkan terimakasih kepada Bupati Sekadau, Rupinus yang sudah mau ikut petani panem cabe bersama. 

"Terimakasih Pak Bupati sudah mau ikut kami panen, sudah peduli dengan masyarakat khususnya kami sebagai petani," ucapnya. 

Sity Hasanah berharap kepada Bapak Bupati Sekadau supaya terus memperhatikan dan mensuport para petani kedepannya. 

Yudi, pemilik lahan cabe jenis cabe lokal unggul, dengan luas kurang lebih 7000 meter persegi atau kurang dari 1 hektar di Pal 4 ini mengatakan, panen hari adalah panen yang  ke 20 kali. Yudi menyebut, hari ini sekitar 300 kilo gram hasil panen cabe miliknya. 

"Yang sudah dipanen sekitar 2 ton. Penjualan kita dalam kota sekadau hanya berapa persen saja, memang lebih banyak kita bawa keluar seperti ke pontianak. Untuk harga saat ini berkisar Rp25. 000/kilo gram," kata Yudi. 

Ia mengatakan, saat ini usia cabenya baru 7 bulan. Kalau dirawat dengan baik, bisa sampai usia 2 tahun. 

Penulis: Tim liputan 
Editor: Asmuni 


Share:
Komentar

Berita Terkini