LANDAK, suaraborneo.id – Tradisi adat Roah yang digelar masyarakat Desa Bebatung, Kecamatan Mandor, kabupaten Landak berlangsung meriah pada Minggu (10/5/2026).
Kegiatan tahunan ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat petani atas hasil panen padi yang melimpah dan berkah yang diterima selama musim tanam.
Selain ritual adat dan syukuran, acara juga dimeriahkan dengan pawai adat yang diikuti masyarakat setempat.
Rute pawai dimulai dari titik acara di tengah kampung menuju dusun Kelampe desa Sumsum, kemudian berputar balik hingga ke Tanah merah sebelum kembali lagi ke lokasi acara.
Kapolsek Mandor, IPD Bernadus Didi Kusnadi SH MH bersama personel Polsek Mandor turut hadir mengikuti kegiatan tersebut sekaligus melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas selama pawai berlangsung.
Kehadiran aparat kepolisian mendapat apresiasi dari masyarakat karena kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar dari awal hingga selesai. Antusias warga terlihat sepanjang jalannya pawai adat yang dipenuhi nuansa budaya dan kebersamaan.
Tradisi Roah sendiri merupakan warisan budaya masyarakat yang rutin dilaksanakan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen padi yang diperoleh para petani. Selain menjaga adat istiadat, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga di Desa Bebatung dan sekitarnya. (Anton).


