-->

Unjuk Rasa Mahasiswa di Tugu Digulis Pontianak Sampaikan 18 Tuntutan

Editor: Redaksi
Sebarkan:

Mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Pontianak menggelar aksi unjuk rasa di tugu digulis Pontianak Kamis (18/6/2026) _ (Foto:lyn)
Pontianak, suaraborneo - Gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pontianak menggelar aksi unjuk rasa bertajuk Kalbar Menjerit,  Reformasi Kalbar di Bundaran Digulis, Kamis (18/6/2026).

‎Dimulai sejak pukul 15.30 WIB aksi tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi atas berbagai persoalan yang dinilai tengah dihadapi Kalimantan Barat.

Massa membawa spanduk, dengan beragam tulisan antara lain, Sikat para sindikat korupsi kolusi nepotisme. Atasan kalian bukan partai. Ciptakan ekonomi mandiri. Kalbar sapi peras republik.

Kalbar menjerit bahan pokok selangit. Saat ini banyak isu yang terjadi di Indonesia, IPM Rendah, pengesahan UU Polri tiba tiba sedangkan UU perampasan aset tidak pernah disahkan. Hingga kapan bangsa Indonesia akan dijajah oleh bangsanya sendiri. Mahasiswa juga mengajak agar mahasiswa aktif sebagai penggerak dan agen penyuara permasalahan negara tidak hanya kuliah saja.

Kalimantan Barat saat ini seperti tanpa pemimpin, banyak program pusat yang mencekik Pemerintah Daerah Kalbar sehingga tidak adanya inovasi dari daerah. 

Terkait program MBG di Kalbar tidak relevan di Kalbar dikarenakan Kalbar membutuhkan infastruktur dasar dipenuhi. Banyak infrastuktur tidak merata.

DBH harus berkeadilan untuk Kalbar, jangan hanya di fokuskan kepada MBG dan Kopdes. Banyak hal yang harus diperbuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat provinsi Kalbar. Kenaikan harga dollar berdampak pada rakyat banyak harga barang kebutuhan naik.

MBG dikatakan untuk mengatasi permasalahan stunting di Indonesia namun data mengatakan bahwa Angka Stunting di Kalbar malah meningkat bukan menurut. 

MBG ternyata hanya menguntungkan segelintir pihak dan terbukti dari Kasus Korupsi Kepala BGN. Program ini harusnya kita hentikan bukan karena tidak baik namun tidak tepat sasaran.

Tampak hadir dalam aksi unjuk rasa Zulfidar Zaydar Mochtar Sekretaris Komisi I DPRD Kalbar, H. Rasmidi, S.E., M.M Ketua Komisi I DPRD , juga hadir di lokasi unjuk rasa Iskandar Zulkarnaen Kepala Dinas PUPR Kalbar dan Syarif Faisal Indahmawan Alkadri Plt. Kadisdik Prov. Kalbar.

Setidaknya ada 18 tuntutan yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa mahasiswa yakni, kembalikan prioritas kesehatan, pendidikan dan ekonomi .Menuntut pemerintah bersikap adil dalam dana bagi hasil (DBH). Mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan infrastruktur dasar. Menuntut pemerintah pusat menstabilkan nominal pajak, bukan untuk membayar hutang. Stabilkan harga BBM yang tepat dan subsidi yang tepat.Menghentikan sementara program MBG dan KDMP dan evaluasi total program MBG dan KDMP. Berikan harga produksi yang layak untuk petani. Turunkan harga bahan pokok. Berikan fasilitas pertanian yang layak. Hentikan kriminalisasi terhadap rakyat yang memperjuangkan hak nya.

Berikan upah yang layak bagi buruh di perusahaan, Berikan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) buruh perusahaan yang layak. Berikan hak-hak normatif kepada buruh. 

Menuntut cara kerja yang layak. Menolak diskriminasi terhadap buruh perempuan. Menuntut pemerintah berhenti menghindar dan mengelak daru kesalahannya. Sahkan RUU Masyarakat Adat. Kembalikan tugas dan fungsi POLRI.

Aksi unjuk rasa yang sempat membuat Jalan A Yani tersendat berakhir sekitar pukul 18.30 wib. (*/lyn)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini