![]() |
| Foto Kapolsek Mempawah Hulu Iptu Freddy saat berkumpul di rumah duka korban tersambar petir |
Kapolsek Mempawah Hulu, IPTU Freddy Surya Purnama, S.H., M.H., saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Iya, telah terjadi peristiwa korban tersambar petir, kami setelah sampai ke TKP, berdasarkan keterangan, korban diketahui bernama Ferdinan Tolan, S.TH. (43), warga Dusun Batu Catur, Desa Sabaka, yang sehari-hari berprofesi sebagai guru SD.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, sebelum kejadian korban pergi untuk memperbaiki saluran air bersih meskipun kondisi cuaca saat itu sedang hujan disertai petir. Setelah pekerjaan selesai, korban diduga sempat berhenti di sekitar pohon durian yang berada tidak jauh dari lokasi.
Karena hingga sore hari korban belum kembali ke rumah, keluarga kemudian meminta anak bungsunya untuk menyusul ke lokasi. Setibanya di tempat kejadian, korban ditemukan dalam keadaan tergeletak dan tidak sadarkan diri di bawah pohon durian.
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa pulang ke rumah. Namun setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh bidan setempat, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan sejumlah luka yang diduga akibat sambaran petir, yakni bekas luka bakar pada bagian belakang kepala serta luka melepuh di bagian belakang pinggang.
Kapolsek Mempawah Hulu Iptu Freddy menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengecekan awal, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan visum maupun autopsi.
Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka dan direncanakan akan dimakamkan pada Jumat (19/6/2026).
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat cuaca ekstrem. Warga diminta menghindari aktivitas di area terbuka maupun berteduh di bawah pohon ketika hujan disertai petir guna mencegah terjadinya kejadian serupa.(Anton)
