-->

Kendalikan Inflasi, Bupati Landak Karolin Buka Gerakan Pangan Murah di Desa Sebadu Mandor

Editor: Antonius
Sebarkan:

Foto bersama kegiatan GPM di Sebadu (foto Antonius)

LANDAK, SUARABORNEO – Pemerintah Kabupaten Landak kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi daerah. Pada Selasa (24/02/2026), 

Tampak antusias warga mengikuti kegiatan ini dengan tertib mengantri untuk belanja. Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa secara resmi membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di Desa Sebadu, Kecamatan Mandor.


Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk mengintervensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang saat ini sedang mengalami tren peningkatan. 

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa GPM bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya di Kecamatan Mandor, agar dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

"Kondisi harga pangan pokok saat ini sedang mengalami kenaikan strategis. Melalui GPM ini, kita harapkan pasokan dan harga pangan di Kabupaten Landak tetap tersedia dalam jumlah yang memadai, bermutu baik, dan harga yang wajar," ujar Bupati Landak.

Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Badan Pangan Nasional yang menekankan pentingnya intervensi pemerintah daerah secara masif dan berkelanjutan. 

Berdasarkan data yang dihimpun, kegiatan GPM di Kabupaten Landak dijadwalkan akan terus dilaksanakan di seluruh kecamatan hingga bulan Desember 2026 mendatang.

Adapun sejumlah komoditas pangan yang dijual dalam kegiatan di Desa Sebadu ini meliputi:

 * Beras SPHP: Rp60.000,- / 5 Kg

 * Minyak Goreng: Rp15.000,- / Liter

 * Gula Pasir: Rp17.500,- / Kg

 * Telur Ayam: Rp1.600,- / Butir

 * Bawang Merah: Rp55.000,- / Kg

 * Bawang Putih: Rp48.000,- / Kg

 * Tepung Terigu: Rp13.000,- / Kg

 * Mentega: Rp6.500,- / Bungkus

 * Susu Kental Manis (SKM): Rp11.500,- / Kaleng.

Selain menyediakan pangan murah,  Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap produktif, termasuk menggalakkan kembali Gerakan Tanam Cabai (GERTAM) di pekarangan rumah masing-masing. 

Hal ini dinilai penting mengingat harga cabai yang sering berfluktuasi dan berdampak signifikan pada inflasi.

"Kami juga berterima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, para penyedia, serta seluruh pihak yang terlibat. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Landak," pungkasnya.(Anton)




Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini