LANDAK, suaraborneo.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Mempawah Hulu melaksanakan kegiatan pembentukan Sabuk Kamtibmas sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum setempat, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Cafe Asa, Dusun Karya Jaya, Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, mulai pukul 09.00 WIB hingga 10.50 WIB, dan berjalan dengan aman serta lancar.
Pembentukan Sabuk Kamtibmas ini merupakan bagian dari program kerja Mabes Polri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, dengan tujuan membangun sinergi antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kapolsek Mempawah Hulu, Ipda Paskarianto bersama anggota turut hadir dalam kegiatan tersebut, yang juga diikuti oleh tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh adat.
Dalam sambutannya, Kapolsek menjelaskan bahwa Sabuk Kamtibmas merupakan bentuk kemitraan antara Polri dengan organisasi masyarakat dan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat, guna menjaga keamanan secara preventif dan preventif, khususnya di lingkungan markas komando (mako).
“Program ini bertujuan memperkuat pengamanan berbasis lokasi tetap seperti Mako Polsek, sekaligus membangun kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas,” ujarnya.
Para tokoh yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menyatakan kesiapan dan komitmen untuk bersama-sama menjaga keamanan, termasuk melindungi aset-aset Polsek di wilayah Kecamatan Mempawah Hulu dan Sompak.
Dalam kegiatan tersebut juga dibentuk struktur kepengurusan Sabuk Kamtibmas, dengan susunan sebagai berikut:
Penasehat: Paulus Tepo
Ketua: Ardiman
Wakil Ketua: Seselius
Sekretaris: Rusmanto
Bendahara: Paulus Ugok
Anggota: Seluruh peserta yang hadir dan anggota organisasi masyarakat lainnya
"Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta meningkatkan partisipasi publik dalam menjaga keamanan lingkungan,," kata Kapolsek.
Namun demikian, pihak kepolisian juga memprediksi adanya potensi pro dan kontra di tengah masyarakat terkait pelaksanaan program tersebut. Meski begitu, Sabuk Kamtibmas diharapkan menjadi sarana efektif untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat.(Anton)
