-->

Puskesmas Mandor Lakukan Inspeksi Dapur MBG, Pastikan Keamanan Pangan Siswa

Editor: Antonius
Sebarkan:

Melihat kondisi IPAL dapur SPPG MBG Yayasan Wahyumas Berkah Jaya (foto Antonius)

LANDAK, Suaraborneo.id – Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Mandor, Rabidin, S.ST,  didampingi Dedi Mardiasah melaksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Yayasan Wahyumas Berkah Jaya, Desa Mandor, Rabu (15/5/2026).

Rabidin menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh proses pengolahan makanan di dapur memenuhi standar sanitasi dan keamanan pangan.

Menurutnya, IKL difokuskan pada upaya mitigasi risiko kontaminasi, baik biologis, kimia, maupun fisik yang berpotensi membahayakan kesehatan.

“Tujuan utama kami adalah mencegah terjadinya keracunan makanan dan Kejadian Luar Biasa (KLB). Kami juga mengidentifikasi potensi risiko seperti bakteri Salmonella dan E. coli, serta memastikan tidak ada benda asing dalam makanan,” ujar Rabidin.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan evaluasi terhadap enam prinsip higiene sanitasi makanan, mulai dari pemilihan bahan makanan yang aman dan tidak kedaluwarsa, penyimpanan bahan sesuai standar suhu, hingga proses pengolahan yang memastikan makanan matang secara sempurna.

Kegiatan IKL ini mengacu pada Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan PP Nomor 66 Tahun 2014 mengenai Kesehatan Lingkungan. Hasil inspeksi nantinya akan menjadi dasar dalam pemberian rekomendasi perbaikan serta penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur SPPG.

“Melalui IKL ini, kami ingin memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi siswa tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan bebas dari risiko penyakit,” tambahnya.

Selain itu, petugas juga memberikan perhatian pada penyimpanan makanan matang agar tetap dalam suhu aman, proses pengangkutan dengan waktu terbatas, serta penyajian makanan yang higienis dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh para penjamah makanan.

Inspeksi juga mencakup kondisi sarana dan prasarana dapur, seperti ketersediaan air bersih, sistem pembuangan limbah, ventilasi udara, hingga pengendalian vektor seperti lalat dan tikus. Perilaku penjamah makanan pun turut diawasi, termasuk kebersihan diri, kebiasaan mencuci tangan, serta larangan merokok saat bekerja.

"Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kualitas dan keamanan pangan bagi para siswa penerima manfaat program MBG dapat terus terjaga," tutup Rabidin. (Anton)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini