LANDAK, Suaraborneo.id – Dalam upaya menjamin keamanan pangan dan kesehatan siswa, petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Mandor, Rabidin, S.ST, melaksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (14/5/2026).
Saat di konfirmasi Rabidin mengatakan kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh proses pengolahan makanan di dapur memenuhi standar sanitasi dan keamanan pangan.
Rabidin menjelaskan bahwa inspeksi difokuskan pada upaya memitigasi risiko kontaminasi, baik biologis, kimia, maupun fisik.
“Tujuan utama kami adalah mencegah terjadinya keracunan makanan dan Kejadian Luar Biasa (KLB). Kami juga mengidentifikasi potensi risiko seperti bakteri Salmonella dan E.coli, serta memastikan tidak ada benda asing dalam makanan,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan evaluasi terhadap enam prinsip higiene sanitasi makanan. Mulai dari pemilihan bahan makanan yang aman dan tidak kedaluwarsa, penyimpanan bahan yang sesuai standar suhu, hingga proses pengolahan yang memastikan makanan matang sempurna.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada penyimpanan makanan matang agar tetap dalam suhu aman, proses pengangkutan dengan waktu terbatas, serta penyajian yang bersih dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh penjamah makanan.
Tak hanya itu, inspeksi turut mencakup kondisi sarana dan prasarana dapur, seperti ketersediaan air bersih, sistem pembuangan limbah, ventilasi udara, serta pengendalian vektor seperti lalat dan tikus. Perilaku para penjamah makanan juga menjadi perhatian, termasuk kebersihan diri, kebiasaan mencuci tangan, dan larangan merokok saat bekerja.
Kegiatan IKL ini mengacu pada Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan PP Nomor 66 Tahun 2014 mengenai Kesehatan Lingkungan. Hasil inspeksi akan menjadi dasar dalam pemberian rekomendasi perbaikan serta penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur SPPG.
“Melalui IKL ini, kami ingin memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi siswa tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan bebas dari risiko penyakit,” tutup Rabidin.(Anton)

