-->

Susu UHT Langka, Produk Kemasan Mahal Pengusaha UMKM dan Kafe Menjerit

Editor: Redaksi
Sebarkan:

Beragam produk puding produk Faban Puding kini harus menghadapi kenyataan langkanya susu dan tingginya harga kemasan. (Foto:ist)
Pontianak,suaraborneo - Sejak sebelum bulan puasa hingga kini pengusaha kuliner yang banyak menggunakan susu khususnya susu UHT dalam produksinya harus mengurut dada.

Susu jenis UHT masih sulit dicari oleh pengusaha kuliner khususnya di Pontianak dan sekitarnya.

Rima Karlina owner Faban Puding mengungkapkan kesulitan mendapatkan susu UHT ini mulai terasa sejak sebelum puasa ramadan lalu.

"Hingga kini juga masih sulit.Kalau ada pun stoknya di toko cepat sekali habis," katanya.

Faban Puding sudah pasti pengguna susu UHT untuk bahan baku puding.

Jadi sebagai pengusaha kan ada ingredientnya yang sudah kita fix kan. Ada juga ukuran penggunaannya.

"Jadi ketika ada salah satu bahan baku yang tidak ada, otomatis bikin kita muter otak," kata perempuan muda ini.

Alin panggilan akrabnya mengaku khawatir kalau bahan yang digunakan beda karena akan merubah rasa

"Mikir berkali- kali kalau harus ganti susu karena pelanggan pasti hafal rasanya jangan sampai pelanggan kecewa," tuturnya.

Secara pribadi kata Alin stok pada usanya masih aman, karena ada nyetok dr ramadan lalu.

"Tapi sudah mulai keliling juga buat nyari stok tambahan," ungkapnya.

Disinggung soal menaikkan harga jual ibu dua anak ini mengatakan sebuah dilema satu sisi harga ingin dinaikkan karena harga bahan baku naik.Namun satu sisi lagi memikirkan konsumen.

Banyak bahan baku naik, mungkin mau hitung ulang modal dulu. Apalagi harga plastik juga naik. Harga botol bulan puasa lalu waktu beli sudah  hampir 100 persen kenaikannya.

Info dari suplier bakal naik sampai 200 persen," tuturnya.

Kenaikan harga bahan baku dan kemasan pengaruh sekali. Karens packaging pakai plastik semua.

"Mika, thinwall, botol, kantong kresek semua naik," ujar Alin.

Pertanyaannya sekarang harga bahan baku yang naik tersebut ada kemungkinan turun gak ya, katanya bertanya dengan penuh harapan.

Pelaku usaha lainnya seperti coffee shop  juga merasakan dampak kelangkaan susu UHT ini.

Surya, salah satu pelaku usaha industri perkopian, menyampaikan bahwa fenomena tersebut sudah terjadi dua kali pada awal tahun 2026 ini, yakni dimulai sebelum momentum puasa dan di pertengahan bulan suci Ramadan.

"Mungkin karena permintaan pada saat lebaran kemarin tinggi, jadi stok sudah sama sekali gak ada di pasaran sekarang. Lagi susah, lah," kata Surya kepada Hi!Pontianak.

Sejauh ini, Surya bilang masih terdapat beberapa stok susu UHT full cream yang tersedia dari brand lainnya sehingga membuatnya harus beralih ke merek lain dari yang biasanya digunakan. Adapun alternatif lain yang diterapkan Surya, yaitu menggunakan susu bubuk full cream yang cocok dengan racikan menu minumannya.

"Sejauh ini, selain ganti brand, solusi yang pernah kami lakukan ganti yang bubuk full cream. Tidak merek yang sama, sih. Yang paling cocok, lah, dengan rasa yang biasa kita jual ke customer," ujarnya.

Menghadapi fenomena kelangkaan ini, Surya bersama timnya tidak semerta-merta langsung menaikkan harga menu kopi yang dijual karena pihaknya masih memantau harga di pasaran, terlebih belum menyentuh jangka waktu bulanan.

"Saya pribadi sebagai pelaku usaha lagi mengusahakan untuk pantau harga yang ada di pasaran, bahan baku. Mencatat beberapa persen kenaikannya, terus untuk menghitung ulang kembali. Jadi, kalau pun memang terpaksa harus ada kenaikan, jadi kita sudah hitung dengan benar," jelasnya.

Ia pun berharap stok bahan baku susu UHT bagi industri perkopian di Pontianak tidak mengalami kelangkaan sehingga para pelaku usaha dapat tetap menjalankan dagangannya, tanpa harus bimbang mencari pasokan hingga ke luar daerah

Wildan selaku barista di salah satu coffee shop Pontianak juga mengaku merasakan hal yang sama. Sebagai individu yang sudah lama bekerja di industri perkopian, kelangkaan stok susu UHT menjadi hal baru yang dihadapinya.

"Kelangkaan susu UHT ini sudah dirasakan satu bulan ini, lah, dari awal Maret. Mungkin faktor dari program pemerintah juga," ungkap Wildan.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya menyiapkan solusi lain berupa menggunakan bahan alternatif susu agar bisa tetap berjualan. Namun, hingga sekarang, coffee shop di tempat ia bekerja memutuskan untuk belum menaikkan harga kopi.

"Kalau untuk harga jual, kita tetap sama walaupun bahannya naik. Untuk sekarang, kita masih ada stok yang memang sudah disiapkan dari lama," ucapnya.(r/lyn)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini