![]() |
| Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa saat diwawancarai oleh wartawan (foto Antonius) |
LANDAK, SUARABORNEO – Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa, pada kegiatan Gerakan Pangan Murah di Desa Sebadu, Kecamatan Mandor pada Selasa (24/02/2026) mengungkapkan bahwa meski harga telur dan beras mulai menunjukkan tren stabil, beberapa komoditas lain seperti gas, minyak goreng, dan terutama gula pasir justru mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
"Gula naik banyak, makanya kami terus monitor. Kami berharap harga bisa segera stabil kembali," ujar Karolin saat diwawancarai awak media di lokasi kegiatan.
Selain gula, kenaikan harga daging ayam juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Landak. Saat ini, harga ayam di pasar berkisar antara Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram, yang dinilai jauh melampaui harga normal.
Menyikapi hal tersebut, Bupati berencana segera menggelar rapat koordinasi dengan para pemasok ayam di wilayah Kabupaten Landak. "Kami akan berkoordinasi dengan penyuplai untuk mengupayakan harga yang lebih stabil di tingkat pasar," tambahnya.
Di sisi lain, Bupati memberikan apresiasi atas turunnya harga bawang merah. Ia menjelaskan bahwa naik turunnya harga pangan dipengaruhi oleh tiga faktor utama: keseimbangan antara permintaan dan pasokan, serta faktor psikologis pasar menjelang hari besar keagamaan.
"Menjelang hari raya, seringkali kebutuhan masyarakat meningkat sehingga harga mendahului naik karena efek psikologis. Oleh karena itu, sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Mendagri, kami melakukan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah ini untuk menjaga stabilitas harga," pungkas Karolin.(Anton)
