![]() |
| Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si., membuka kegiatan Forum Satu Data Daerah (SSD) Provinsi Kaltara. (Foto:dkisp/kaltaraprov) |
Dalam forum tersebut, Bustan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk terus memperkuat tata kelola SSD melalui serangkaian pembenahan yang dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan selama beberapa tahun terakhir. Penguatan tersebut mencakup aspek kelembagaan, penyempurnaan metadata, hingga peningkatan pemahaman terhadap standar pengelolaan data di seluruh perangkat daerah.
“Langkah penataan ini bukan hanya bersifat administratif, tetapi menjadi fondasi penting untuk memastikan tersedianya data yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan,” ujar Bustan.
Ia menambahkan, Pemprov Kaltara pada tahun ini memasuki tahap penting berupa penataan Daftar Data 2026. Namun, dalam prosesnya masih ditemukan belum terintegrasinya data geospasial dari sejumlah produsen data daerah. Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah bersama mengingat data geospasial berperan vital dalam perencanaan infrastruktur, penataan kewilayahan, dan pengelolaan sumber daya alam maupun pembangunan.
Sebagai bentuk komitmen transparansi dan keterbukaan data, Pemprov Kaltara telah menyediakan portal resmi data daerah melalui situs data.kaltaraprov.go.id (SIDARA Cantik 2.0) yang memuat berbagai data yang dihasilkan perangkat daerah. Portal ini tidak hanya menjadi sarana publikasi data, tetapi sekaligus pusat integrasi dan aksesibilitas bagi publik dan para pemangku kepentingan pembangunan.
Bustan menegaskan bahwa seluruh data yang terkonsolidasi dalam kerangka SSD telah dimanfaatkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah, termasuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), hingga penyusunan Rencana Aksi (Renaksi) Kaltara 2025–2029.
Upaya peningkatan literasi data juga turut diperluas melalui dunia pendidikan dengan pelaksanaan program Campus Data Insight (CDI). Program tersebut bertujuan menumbuhkan kemampuan mahasiswa dalam membaca, menganalisis, serta memanfaatkan data statistik. Sejumlah mahasiswa terpilih bahkan telah dikukuhkan sebagai Duta Data yang berperan menyebarluaskan kesadaran dan pemahaman literasi data di kampus maupun masyarakat.
Selain itu, Pemprov Kaltara terus melakukan pembinaan dan harmonisasi kebijakan SSD pada tingkat kabupaten/kota untuk memperkuat integrasi data lintas wilayah, sehingga data pembangunan dapat tersinergi secara menyeluruh di wilayah Kaltara.
Di akhir sambutannya, Bustan mengajak seluruh peserta forum serta pemangku kepentingan untuk terus memberikan kontribusi aktif melalui masukan, kolaborasi, dan berbagi pengalaman demi penguatan penyelenggaraan Satu Data Daerah.
“Sinergi yang kuat diharapkan mampu mewujudkan tata kelola data yang berkualitas, terbuka, dan mendukung transformasi pembangunan Kaltara menuju daerah yang maju dan berdaya saing,” pungkasnya. (dkisp/kaltaraprov)
