-->

Mejeng Imbau Warga Hentikan PETI demi Menjaga Kelestarian Sungai

Editor: yati
Sebarkan:

Plt Camat Sekadau Hulu, Fransisco Wardianus atau kerap di sapa Mejeng. (Foto:yt)
Sekadau Kalbar, Suaraborneo.id – Plt Camat Sekadau Hulu, Fransisco Wardianus atau kerap di sapa Mejeng mengajak masyarakat di wilayahnya untuk menghentikan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang belakangan ini kembali marak terjadi, khususnya di wilayah hulu sungai.


Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi air sungai yang mulai mengalami kerusakan akibat aktivitas tambang ilegal. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah berubahnya warna air sungai menjadi keruh pekat, yang dinilai mengganggu keberlangsungan hidup masyarakat serta merusak ekosistem.

“Sungai adalah sumber kehidupan bagi kita semua. Jika tercemar, bukan hanya alam yang rusak, tapi kehidupan masyarakat juga akan terdampak,” ungkap Mejeng kepada media. Sabtu (19/7/2025).

Menurutnya, aktivitas PETI bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat yang menggantungkan kebutuhan air bersih dari sungai. Selain itu, PETI juga merusak struktur tanah dan dapat memicu bencana alam seperti longsor dan banjir.

Mejeng juga menegaskan bahwa pihak kecamatan bersama aparat terkait akan terus melakukan pengawasan serta memberikan edukasi kepada warga tentang dampak buruk PETI. Ia juga berharap masyarakat bisa sadar dan beralih ke usaha yang lebih ramah lingkungan.

“Kami tidak hanya melakukan pendekatan hukum, tapi juga pendekatan persuasif agar masyarakat paham pentingnya menjaga alam. Kami ingin masyarakat ikut menjadi bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Selain melakukan imbauan langsung, pihak kecamatan juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama agar pesan moral tentang pentingnya menjaga alam bisa tersampaikan dengan baik kepada seluruh lapisan masyarakat.

Mejeng juga mengapresiasi sebagian warga yang sudah mulai beralih ke sektor pertanian dan usaha kecil menengah sebagai alternatif mata pencaharian. Ia berharap hal ini bisa menjadi contoh bagi warga lainnya agar meninggalkan praktik PETI demi masa depan yang lebih baik.

“Kita ingin anak cucu kita kelak masih bisa menikmati air sungai yang bersih dan alam yang sehat. Ini tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (Red)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini