Beredar Isu Rumah Sakit Banjir, ini Penjelasan Direktur RSUD AM Djoen Sintang

Sebarkan:

Direktur RSUD AM Djoen Sintang, Rosa Trifina

SINTANG, suaraborneo.id - Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, Rosa Trifina menyampaikan bahwa RSUD Ade M Djoen Sintang merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala berat, sedang hingga kristis. 

"Kita pakai 3 tempat untuk merawat pasien Covid-19. Yakni di IGD yang merupakan ruangan skrening pertama 2 kamar dengan kapasitas 4 tempat tidur. Namun sifatnya hanya transit sementara saja. Kalau nanti pasiennya dengan gejala klinisnya Covid-19 kita PCR dan hasilnya positif dia harus masuk ke 1 ruangan lagi yang disebut gedung isolasi tekanan negatif. Gedung operasional negatif ini mulai operasionalnya tanggal 22 Maret 2021. Di ruangan ini ada 8 tempat tidur. Dua ruangan kita persiapkan jika ada pasien emergency memerlukan tindakan operasi. Satu ruangan kita persiapkan untuk pasca operasi. Sisanya (6 tempat tidur) untuk perawatan yang menggunakan pentilator dan gejala sedang. Saat ini diruangan Pinere sudah penuh dan semua pasien positif Covid-19, sehingga kita membuka ruangan lagi yaitu ruangan Tembesuk ada 8 tempat tidur dan kondiai sekarang ada 7 pasien. Kemarin dibuka langsung penuh," jelas Rosa pada pres release di Aula Command Center komplek Kantor Bupati Sintang, Jum'at (26/3/2021). 

Terkait instalasi bedah central di RSUD Ade M Djoen Sintang yang banjir, Direktur RSUD, dr Rosa Trifina menjelaskan karna drainasenya buruk dan bangunan baru dibuat.

"Seperti yang sudah saya jelaskan kepada media satu hari setelah kejadian banjir, karna hujan oada tengah malam, sehingga genangan air mengalir mengenai selasar RSUD kemudian sampai keruangan bedah. Tapi beredar informasi seolah-olah semua ruang perawatan tergenang air. Tidak seperti itu teman-teman wartawan," jelasnya. 

"Pagi harinya sudah kering dan kita sudah bisa melakukan pelayanan. Hanya saja tindakan seperti tindakan operasi jamnya ditunda setelah proses pembersihan ruangan selesai," tambahnya. 

"Kami juga berharap ini tidak terulang lagi. Ini musibah, ini gedung bangunan baru tidak mudah kita bisa merapikan semuanya menjadi sempurna 100 persen," ujar dr Rosa Trifina. (tim)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini