Pastor Kristianus: Kami Lakukan Penggalangan Dana Tanggap Darurat Untuk Albina

Editor: Redaksi
Pastor Kristianus, CP 
SEKADAU, suaraborneo.id - Albina Kanisien (14) Siswi SMP Kristen Santo Gabriel Sekadau sudah empat bulan tergolek akibat menderita tumor ganas di kaki sebelah kirinya yang semakin membengkak. 

Anak dari Bapak Igutan dan Ibu Anita ini sudah hampir 4 bulan tidak bisa sekolah sejak Desember 2019 lalu. Pihak keluarga Albina juga sangat membutuhkan uluran tangan dari para donatur untuk biaya pengobatannya. 

Kepala Pastor Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau, Kristianus, CP mengatakan, untuk membantu Albina, pihak Paroki bekerjasama dengan Yayasan Karya Keuskupan Sanggau perwakilan Sekadau melakukan tindakan tanggap darurat. Menggalang dana spontanitas kerelaan umat. Tidak menjalin kerjasama dengan pihak manapun. Dan tidak ada kepentingan apapun. Ini supaya Albina segera diobati dan segera ditangani oleh dokter. 

"Ini kegiatan tanggap darurat. Memang kami tidak menjalin kerjasama dengan Pemkab Sekadau, karna kami tersangkut dengan birokrasi yang mengharuskan harus ada surat miskin dari camat, dari desa dan dari yang bersangkutan," jelasnya Senin, (24/2).

"Pihak Paroki bekerjasama dengan Yayasan merasa iba dan peduli. Karena, latar belakang keluarga Albina tergolong keluarga tidak mampu. Karna tanggal 28 nanti Albina harus dibawa ke salah satu rumah sakit di Jakarta," pungkas Pastor Kristianus.

Ia menambahkan, jika ada kebijakan dari pemerintah membantu yang bersangkutan, silakan saja dengan caranya sendiri sesuai prosedur yang ada dengan waktu yang tidak terlalu lama, karna ini tanggap darurat. 

Dikonfirmasi kepada Kabag dinas Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Sekadau, Antonius Aludin mengatakan, untuk persyaratan pengajuan bantuan tersebut harus ada surat keterangan miskin dari RT setempat, desa dan kecamatan. 

"Kemudian kita buatkan SK yang ditandatangani oleh Bupati," kata Anton. 

Kepala dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Kabupaten Sekadau melalui Kabid Perlindungan dan jaminan sosial, Heru Wahyudi juga mengatakan hal yang sama. 

Heru justru mengatakan kalau di Dinas PP dan PA tidak berbentuk uang tunai. Seperti program sembako yang dari pusat, Rastra
bantuan banjir program pusat, PKH dan bantuan kebakaran rumah. 

Kemudian berbentuk usulan dari petugas dinas sosial dilapangan. Misalnya ada pasian  atau masyarakat yang memerlukan bantuan tongkat dan alat bantu pendengar. Kemudian, dianggarkan di tahun berikutnya. 

Penulis: Tim liputan 
Editor: Asmuni 

Share:
Komentar

Berita Terkini