Pemberian beasiswa tersebut sesuai janji Rifqinizamy untuk memberi beasiswa pendidikan ke China bagi peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat, khususnya tim dari SMA Negeri 1 Pontianak.
Tak hanya Josepha Roxa Potifera Alexandra selaku siswi yang berani protes ke dewan juri saat final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat provinsi Kalbar yang diberikan beasiswa, tetapi seluruh timnya turut mendapat kesempatan yang sama.
“Kalau cuma satu orang tidak adil saya pikir karena tidak mungkin mereka bisa sampai ke lomba itu kalaupun kemudian tidak mereka melakukan secara kolektif. Hari ini akan kita berikan 10 beasiswa kepada 10 anak-anak tersebut,” kata Rifqinizamy di SMAN 1 Pontianak, Kamis, 25 Juni 2026.
Rifqi menjelaskan, mereka berhak mendapat beasiswa pendidikan di Yangzhou Polytechnic Institute di Provinsi Yangzhou, China. Terdapat dua jenis program studi yang tersedia di sana, yakni bergerak di bidang sosial dan eksakta.
“Di bidang sosial itu bisnis manajemen dan akuntansi. Di luar itu eksakta, seperti elektronik, otomotif, teknik kimia, dan sebagainya,” ujarnya.
Namun, Rifqi menegaskan bahwa beasiswa tersebut bisa ditolak oleh penerima yang bersangkutan jika tidak menginginkannya apabila tidak sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Jika ditolak, hak tersebut akan diberikan kepada pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk diserahkan kepada siswa-siswi yang berminat menempuh pendidikan S1 di Negeri Tirai Bambu, tetapi diutamakan bagi murid SMAN 1 Pontianak terlebih dahulu.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang hadir pada kesempatan tersebut turut berpesan agar siswa-siswi yang menerima beasiswa dapat memanfaatkan beasiswa yang diberikan karena kesempatan berharga itu tidak akan datang dua kali.
“Seperti yang disampaikan Pak Rifqi tadi, manfaatkan kesempatan yang ada, beasiswa yang telah diberikan,” ungkap Abdul.(*/lyn)
