-->

Paulus Subarno Apresiasi Forum Pertemuan Iban Summit III, Dorong Pelestarian Budaya Dayak dan Penguatan SDM

Editor: yati
Sebarkan:

Anggota DPRD Kabupaten Sekadau dari Fraksi Partai Hanura, Paulus Subarno saat menghadiri kegiatan Forum Pertemuan Iban Summit III. (Foto:ist)
Sekadau Kalbar, Suaraborneo.id – Anggota DPRD Kabupaten Sekadau dari Fraksi Partai Hanura, Paulus Subarno, menghadiri kegiatan Forum Pertemuan Iban Summit III yang digelar di Aula Robby Tulus ITKK Sekadau. Jumat (15/5/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sekadau, Ketua Komisi V DPR RI Prof. Datu Dr. Neilson Ilan Mersat, jajaran DPRD Kabupaten Sekadau dan Sintang, pengurus MADN, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta peserta dari Sarawak Malaysia.

Kepada media ini, Paulus Subarno menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Iban Summit III yang dinilai menjadi wadah penting dalam mempererat persatuan masyarakat Dayak Iban, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

"Forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi untuk membangun kualitas sumber daya manusia masyarakat adat, khususnya generasi muda Dayak," jelas Paulus Subarno.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa memperkuat persaudaraan masyarakat Iban lintas daerah bahkan lintas negara. Selain itu, forum ini sangat positif untuk menjaga adat, budaya dan identitas Dayak agar tetap dikenal oleh generasi muda,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk lembaga adat, yayasan pendidikan, dan para tokoh masyarakat yang terus berkomitmen memajukan masyarakat Dayak melalui pendidikan dan pelestarian budaya.

Paulus Subarno juga berharap hasil dari pertemuan Iban Summit III dapat melahirkan gagasan serta program nyata yang berdampak bagi kemajuan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sekadau dan Kalimantan Barat secara umum.

“Harapan kita, kegiatan ini tidak berhenti sebatas seremoni saja, tetapi mampu melahirkan langkah konkret dalam meningkatkan pendidikan, ekonomi masyarakat adat serta menjaga nilai-nilai budaya Dayak tetap hidup dan berkembang,” pungkasnya. (*)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini