LANDAK, suaraborneo.id – Bupati Landak meninjau langsung ruas jalan penghubung Jelimpo–Batang Tarang yang mengalami longsor di Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Selasa (12/5/2026) siang.
Kerusakan jalan terjadi akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Landak pada Kamis malam (7/5/2026). Curah hujan ekstrem menyebabkan gorong-gorong pada aliran sungai kecil jebol hingga badan jalan amblas dan putus total.
Ruas jalan yang terdampak berada di jalur penghubung antara Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak dengan Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau. Jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat untuk aktivitas ekonomi dan distribusi logistik antarwilayah.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Karolin didampingi jajaran Dinas PUPR Landak, BPBD Landak, Camat Jelimpo, kepala desa, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat setempat.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, panjang badan jalan yang putus diperkirakan mencapai sekitar empat meter. Saat ini kendaraan roda dua masih dapat melintas dengan sangat hati-hati, sementara kendaraan roda empat belum bisa melewati jalur tersebut.
“Kondisi ini harus segera ditangani karena jalan ini merupakan jalur logistik masyarakat. Kebutuhan sembako dan barang-barang penting warga banyak melalui akses ini,” ujar Karolin saat meninjau lokasi.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan bergerak cepat bersama seluruh pihak terkait guna menentukan langkah penanganan darurat agar akses masyarakat kembali fungsional.
Selain kerusakan jalan tersebut, Karolin mengungkapkan pihaknya juga menerima sejumlah laporan bencana lain seperti longsor dan jembatan desa yang rusak akibat cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Landak.
“Curah hujan diperkirakan masih tinggi dan musim kemarau kemungkinan baru mulai memasuki bulan Juni. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada,” katanya.
Menurut Karolin, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan infrastruktur desa, terlebih dengan tidak adanya dana desa untuk sejumlah pembangunan darurat.
“Dana cadangan kita sangat terbatas. Namun kami akan terus berkoordinasi dengan kepala desa dan pihak terkait untuk menentukan prioritas penanganan agar jalur-jalur penting tetap bisa difungsikan,” tambahnya.
Sebagai langkah sementara, masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif demi keselamatan, terutama pada malam hari mengingat kondisi penerangan di lokasi masih sangat terbatas.
Pemerintah Kabupaten Landak saat ini terus melakukan koordinasi bersama instansi terkait untuk percepatan penanganan akses jalan yang putus agar aktivitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok tidak terganggu lebih lama.(Anton/r)

