![]() |
| Ketua umum PIM Lana T Koentjoro bersama ketua DPD PIM seluruh Indonesia |
JAKARTA,suaraborneo - Forum Nasional Perempuan Indonesia resmi digelar sebagai ruang strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam menjaga ketahanan bangsa sekaligus mendukung pembangunan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada penguatan persatuan nasional.
![]() |
| DPD PIM Kalbar mengirimkan tiga peserta mengikuti forum nasional perempuan Indonesia dipimpin ketua DPD PIM Kalbar Hj.Hairiah SH MH. |
Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Arifah Choiri Fauzi yang hadir mewakili Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka Rabu (6/5/2026)
Sejak pagi, suasana forum berlangsung penuh antusiasme. Ratusan peserta dari berbagai organisasi perempuan, akademisi, komunitas, aktivis sosial, pelaku UMKM, hingga perwakilan kementerian dan lembaga tampak aktif mengikuti rangkaian diskusi. Kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri menunjukkan tingginya semangat perempuan Indonesia untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi kemajuan bangsa.
Forum yang mengusung tema besar “Peran Perempuan Menjaga Ketahanan Bangsa” menghadirkan dua sesi diskusi utama yang membahas kontribusi strategis perempuan dalam berbagai sektor pembangunan nasional.
Sesi pertama membahas peran perempuan dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, sosial budaya, lingkungan hidup, dan kehutanan. Diskusi ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Bank Indonesia.
Sementara sesi kedua membahas peran perempuan di bidang pendidikan dan transformasi digital dengan menghadirkan pembicara dari Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Robotic Explorer, President University dan Komnas Perlindungan Anak.
Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju, Lana T. Koentjoro menegaskan bahwa Forum Nasional Perempuan Indonesia bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan bersama untuk menyatukan kekuatan perempuan Indonesia dalam menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks.
“Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi Perempuan Indonesia Maju bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Kehutanan, Kementerian Sosial, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pertahanan, Bank Indonesia, OJK, pihak swasta, serta dukungan organisasi perempuan seperti Kowani dan PIMTI. Ini menunjukkan bahwa perempuan Indonesia memiliki kekuatan besar jika bergerak bersama,” ujar Lana.
Menurut Lana, forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan perempuan Indonesia di tengah tantangan sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, dan perkembangan teknologi global yang terus berubah cepat.
“Perempuan Indonesia harus hadir sebagai kekuatan pemersatu bangsa, penjaga harmoni sosial, sekaligus motor penggerak perubahan. Forum ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi ruang konsolidasi gagasan, kolaborasi, dan aksi nyata perempuan Indonesia untuk bangsa,” tegasnya.
Lana juga menekankan bahwa perempuan saat ini bukan lagi hanya objek pembangunan, tetapi telah menjadi mitra strategis negara dalam menentukan arah kemajuan Indonesia.
“Kami ingin perempuan Indonesia semakin kuat, berdaya, mandiri, dan mampu melahirkan solusi nyata di tengah masyarakat. Karena itu, forum ini diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan nasional,” lanjut Lana.
Adapun tujuan utama Forum Nasional Perempuan Indonesia antara lain, memperkuat persatuan dan kolaborasi antarorganisasi perempuan di seluruh Indonesia;
Membangun sinergi antara perempuan, pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas; Mendorong peningkatan kapasitas perempuan dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan kepemimpinan;
Menghasilkan program kerja bersama yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat; Menyusun rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Forum ini juga memiliki sasaran untuk memperluas jejaring kebangsaan antarorganisasi perempuan dan seluruh elemen anak bangsa guna memperkuat semangat gotong royong, persaudaraan, dan persatuan nasional.
“Kami berharap Forum Nasional ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama perempuan Indonesia dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, memperkuat persatuan nasional, dan mendukung pembangunan Indonesia yang maju dan berkelanjutan,” kata Lana.
Lebih lanjut, Lana menyampaikan bahwa hasil rekomendasi Forum Nasional Perempuan Indonesia diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan strategis bagi pemerintah sebagaimana harapan Wakil Presiden RI saat menerima audiensi Perempuan Indonesia Maju terkait rencana pelaksanaan forum tersebut.
“Mas Wapres berharap forum ini mampu menghadirkan pemikiran, solusi, dan rekomendasi yang konstruktif untuk mendukung pembangunan nasional serta penguatan peran perempuan Indonesia,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rachel Octavia menyampaikan tingginya antusiasme masyarakat dan organisasi perempuan terhadap pelaksanaan forum nasional tersebut.
“Berdasarkan data panitia, Forum Nasional Perempuan Indonesia diikuti lebih dari 200 anggota Perempuan Indonesia Maju dari berbagai daerah dan luar negeri, serta sekitar 700 lebih peserta umum dari berbagai organisasi perempuan, akademisi, aktivis, komunitas, kementerian, dan lembaga terkait. Forum ini juga diselenggarakan secara hybrid sehingga dapat diikuti masyarakat Indonesia dari mana pun berada,” ujar Rachel.
Rachel menambahkan, tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa perempuan Indonesia memiliki semangat besar untuk bersatu, berkolaborasi, dan mengambil peran aktif dalam pembangunan bangsa.
“Kami melihat antusiasme luar biasa dari para peserta. Banyak organisasi perempuan hadir membawa gagasan dan semangat kolaborasi. Bahkan beberapa perwakilan kedutaan besar turut hadir untuk menyaksikan semangat perempuan Indonesia dalam memperkuat ketahanan bangsa,” pungkasnya.
Sementara itu DPD PIM Kalbar mengirim tiga peserta dalam forum nasional perempuan Indonesia yang dipimpin ketua DPD PIM Kalbar Hj Hairiah SH MH.
"Kami bertiga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini selama dua hari 6 dan 7 Mei, " ujarnya.(*/r)

