![]() |
| Menteri PKP, Mendagri dan Gubernur Kalbar serta Bupati Kubu Raya berbincang saat berada di kawasan kumuh Desa Parit Baru Kubu Raya. (adpim) |
Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi atas koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat. Ia menekankan pentingnya pengawasan agar anggaran negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami datang ke sini bersama Pak Mendagri dan Pak Gubernur untuk melihat langsung hasil pekerjaan di lapangan,” kata Maruarar Sirait.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penanganan kawasan seluas 19,92 hektare ini melibatkan pembangunan infrastruktur strategis dengan nilai kontrak mencapai Rp7.339.776.247,84.
Pekerjaan utama meliputi pembangunan Jalan Lingkungan sepanjang 2.565,70 meter, Drainase sepanjang 2.001,47 meter, Sarana Persampahan sebanyak 90 unit, serta Proteksi Kebakaran berupa 4 unit.
“Proyek senilai lebih dari 7 miliar rupiah ini harus dipastikan kualitasnya, mulai dari jalan hingga drainase, agar warga Desa Parit Baru tidak lagi mengalami kendala lingkungan yang buruk,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Ria Norsan menyampaikan bahwa Desa Parit Baru dipilih menjadi sasaran utama program ini karena kondisinya yang memerlukan penataan ulang infrastruktur secara menyeluruh.
“Alhamdulillah, Parit Baru ini merupakan sasaran utama untuk pemugaran dan pembangunan kembali lokasi atau lingkungan yang kumuh,” ujar Ria Norsan saat memberikan keterangan kepada media di lokasi proyek.
Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya mengentaskan kawasan kumuh melalui program bedah rumah yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Fokus utama adalah memperbaiki rumah tidak layak huni serta menata kembali lingkungan sekitarnya agar lebih sehat, aman, dan layak huni.
“Kita sudah punya program juga untuk bedah rumah ini di Provinsi Kalimantan Barat, dan kita menyebar di setiap kabupaten/kota. Rumah yang tidak layak huni kita baguskan, kemudian juga lingkungannya kita tata kembali. Setiap tahun kita ada program itu,” tegas Norsan.
Dalam tinjauan tersebut, Gubernur mengungkapkan bahwa Kabupaten Kubu Raya, khususnya di sepanjang jalur Jalan Adisucipto, memiliki konsentrasi permukiman kumuh yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh pola penataan lahan yang sudah padat sejak lama, di mana bangunan berdempetan dan saluran air kerap tersumbat.
“Yang paling banyak memang Kabupaten Kubu Raya ini, terutama di jalur Jalan Adisucipto karena memang penataannya dari dulu sudah seperti ini. Dinding bertemu dinding, dempet-dempetan, kemudian saluran macet semua. Makanya direnovasi di sini, dipilih di sini,” pungkasnya.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan standar hidup bagi 3.492 jiwa penduduk Desa Parit Baru serta menjadi barometer keberhasilan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menciptakan permukiman yang sehat, tertata, dan berkelanjutan di Kalimantan Barat. (r/*)
