-->

DKP Kalbar Galakkan Nilai Tambah Produk Perikanan Lokal

Editor: Redaksi
Sebarkan:

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, Natalia Karyawati. (Foto:ist)
Pontianak, suaraborneo – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat fokus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan terus menggalakkan nilai tambah produk perikanan lokal Kalimantan Barat sebagai komoditas unggulan hingga diekspor ke pasar global 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, Natalia Karyawati, menyampaikan bahwa pihaknya terus menggali sumber pendapatan yang berasal dari bidang kelautan dan perikanan ke depannya. Ia melanjutkan, untuk komoditas unggulan yang masih diekspor hingga saat ini merupakan hasil budidaya udang dan hasil tangkap dari Kalbar.

"Kita terus berusaha menggali sumber-sumber pendapatan di bidang kelautan dan perikanan. Kita masih untuk komoditas unggulan yang di ekspor itu adalah hasil budidaya udang dan juga hasil tangkap dari Provinsi Kalimantan Barat," kata Natalia Jumat (9/1/2026).

Natalia menambahkan, peningkatan produktivitas tangkap hasil kelautan dan perikanan, budidaya, tata kelola pelabuhan perikanan, penataan aset, hingga pengawasan pulau-pulau kecil dan wilayah-wilayah konservasi di Kalbar menjadi program terdekat yang dijalankan pada tahun 2026 ini.

“Target tahun ini yang akan kami rancang adalah tata kelola pelabuhan perikanan dan juga penataan aset, serta meningkatkan kinerja produktivitas di bidang tangkap dan hasil budidaya perikanan di Provinsi Kalimantan Barat. Dalam waktu dekat, yang akan kami lakukan adalah menginventarisir aset-aset di Dinas Kelautan dan Perikanan yang perlu pemeliharaan sehingga aset tersebut dapat dilaksanakan untuk meningkatkan pelayanan publik, terutama di bidang kelautan dan perikanan di Provinsi Kalimantan Barat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Natalia menegaskan pihaknya juga melakukan penegakan hukum di sektor kelautan dan perikanan di Kalbar, khususnya terkait perizinan-perizinan. Pengawasan di lapangan secara langsung turut dilakukan oleh para ASN maupun melibatkan partisipasi masyarakat melalui kelompok pengawasan masyarakat, baik itu pada pengawasan kepulauan hingga pesisir.(*/r)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini