Akhirnya, Tugu Jam akan di Desain Baru dan Berubah Nama, ini Namanya

Editor: Novia Dominika
Sebarkan:

Tugu Jam Pasar Sekadau
Sekadau Kalbar, Suaraborneo.id - Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau dan tokoh masyarakat sepakat tugu jam pasar Sekadau dibangun ulang dengan desain yang baru. Hal ini dikatakan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sekadau, Heri Handoko saat diwawancara media ini. Selasa (2/8/2022). 

Heri Handoko mengatakan, berdasarkan hasil rapat yang dilaksanakan pada Senin 1 Agustus 2022, menghasilkan 7 kesepakatan yang tertuang dalam berita acara. 

"Secara garis besar hasil kesepakatan rapat antara Pemda Sekadau bersama tokoh masyarakat, semua mendukung pembangunan ulang tugu jam tersebut dengan desain yang baru hanya saja dipertahankan pondasi dari Replika pohon tengkawang," kata Heri Handoko

"Dalam rapat tersebut telah disepakati juga nama tugu jam pasar Sekadau berubah nama menjadi Tugu Pembangunan Bumi Lawang Kuari," tambahnya. 

Heri Handoko mengakui terjadinya polemik dimasyarakat saat ini merupakan akibat kurangnya sosialisasi dari pihak PUPR  sehingga membuat masyarakat merasa terkejut dan menimbulkan polemik. 

"Namun untuk saat ini dalam desain yang baru tidak ada permasalahan," jelasnya. 

"Sebelum tugu tersebut dibangun kembali, akan diadakan acara doa selamat atau tolak bala yang akan dilaksanakan pada hari Jum'at mendatang," pungkasnya. 

Adapun 7 kesepakatan tersebut yakni :

1. Disepakati bersama, tidak adanya masalah dari pembangunan rehabilitasi Tugu Pembangunan Bumi Lawang Kuari  dilanjutkan. 

2. Dipertahankan pondasi yang terdiri dari replika pohon tengkawang (baner tengkawang) sebanyak 5 buah melambangkan Pancasila dan sebagai pengingat bahwa di Sekadau pernah memiliki hutan penghasil kayu. 

3. Sebelum melakukan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk pembangunan di Kabupaten Sekadau, hendaklah dilakukan tata kerama, budi bahasa dan permisi agar tidak terjadi kesalah pahaman. 

4. Terkait prasasti masih tersedia dan telah di amankan, dan akan dipasang kembali. 

5.Posisi Tugu Pembangunan Bumi Lawang Kuari agar bisa dimundurkan dari posisi tugu awal agar akses tersebut aman saat dilalui. 

6. Sebelum pelaksana melanjutkan pekerjaan, diminta untuk dilakukan acara tolak bala atau pembacaan doa selamat Tugu Jam/Tugu Pembangunan, dihadiri dari beberapa suku. 

7. Dapat ditambahkan deskripsi singkat sejarah tugu tersebut. (Novi).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini