Kegiatan Aksi Gerakan #Berjarak di Sintang

Editor: Redaksi
Aksi Gerakan #berjarak 
SINTANG, suaraborneo.id - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini berdampak sangat luas, baik secara sosial, ekonomi dan hak asasi manusia terutama bagi kelompok rentan. Dampak pandemi ini, juga memberikan pengaruh ketidakadilan yang dirasakan perempuan dan kelompok rentan terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) lainnya, seperti anak, penyandang disabilitas, serta lanjut usia (lansia).

Menindaklanjuti hal tersebut, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Bencana, Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang menggelar kegiatan Aksi Gerakan #Berjarak, yang dimana gerakan bersama ini bertujuan untuk menjaga keluarga kita, untuk melindungi perempuan dan anak dari bahaya penyebaran Covid-19 sekaligus memberikan bantuan kepada perempuan dan anak yang terdampak oleh Covid-19 di Sintang yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno, bertempat di Aula Kantor DKBP3A Sintang, pada Senin, (18/05/2020).

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia bahwa masyarakat harus hidup berdamai dengan Covid-19. Pesan Presiden, bahwa corona ini seperti layaknya pandemi yang lain, jadi akan selalu ada, nantinya akan muncul New Normal atau normal yang baru, sehingga kita haruslah hidup berdamai dengan corona. 

Dengan adanya New Normal tersebut, sambung Jarot, nantinya semua gaya hidup masyarakat akan menjadi berubah dalam menghadapi situasi corona tersebut. “Tetap ada perubahan dari kehidupan kita, nantinya menggunakan masker menjadi salah satu gaya hidup, selain untuk mencegah Covid-19, masker juga mencegah penyakit lainnya, kemudian mencuci tangan sebelum masuk rumah, masuk kantor, ikut pertemuan, nanti tempat cuci tangan tersebut menjadi salah satu interior desain yang bagus depan rumah, kemudian kehidupan kita akan tetap jaga jarak, segala pertemuan banyak orang akan dikurangi, itu yang disebut dengan hidup berdamai dengan covid-19," ujarnya. 

Terkait penanggulangan Covid-19, Bupati Sintang menjelaskan bahwa penangananan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 itu dimulai dari dalam lingkungan keluarga. "Kuncinya adalah didalam keluarga, kita pastikan didalam lingkungan keluarga itu memperhatikan kebersihan untuk mencegah penularan Covid-19," tambah Jarot. 

Dengan diselenggarakan kegiatan Aksi Gerakan #Berjarak, Jarot menilai sangat baik dilaksanakan dalam rangka penguatan karakter perempuan dalam menanggulangi Covid-19. Kegiatan seperti ini merupakan penguatan kepada keluarga dalam rangka penanggulangan Covid-19 terhadap perempuan dan anak-anak, yang didukung oleh semua organisasi kewanitaan seperti Gabungan Organisasi Wanita Sintang, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sintang, Dharmawanita Persatuan Kabupaten Sintang. 

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang, Maryadi menyampaikan bahwa kegiatan program aksi berjarak ini bertujuan untuk menghadapi penyebaran Covid-19 dilingkungan keluarga, 

“Kita ingin memastikan bahwa perempuan dan anak itu aman bersama keluarga dalam menghadapi situasi penyebaran pencegahan covid-19 di dalam ruang lingkup rumah dan lingkungan sekitar," kata Maryadi. (hms) 
Share:
Komentar

Berita Terkini