Catatan Pengamat Untan Setelah Setahun Midji-Norsan Pimpin Kalbar

Editor: Redaksi
Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan 
PONTIANAK, suaraborneo.id - Pengamat Politik Universitas Tanjungpura Pontianak, Dr. Yulius Yohanes memberikan kritik terhadap kinerja pemerintahan Provinsi Kalbar dibawah kepemimpinan Sutarmidji dan Ria Norsan. Pasalnya, ditahun pertama menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Midji-Norsan terlalu banyak membuat pencitraan. 

"Komunikasi politik yang dibangun lebih banyak pencitraan, sehingga menimbulkan pro dan kontra dalam kehidupan masyarakat. Itu yang saya nilai kurang positif," katanya, Kamis (29/8/2019). 

Menurut Yulius, agar Midji-Norsan dapat menjalankan program kerja, visi dan misi serta janji politik, sangat penting untuk memperbaiki pola komunikasi politiknya. Begitu juga dengan kinerja para Birokrat, yang menjalankan secara teknis kebijakan kepala daerah. 

"Saya pikir Gubernur dan Wakilnya harus melalukan evaluasi kinerja di internal pemerintah daerah, di samping komunikasi politik yang di bangun dengan lembaga lain dan masyarakat, harus humanis kalau tidak, justru akan mempersulit tugas kepala daerah ke depan, dalam merealisasikan visi misi dan program keja yang menjadi acuan kerjanya," jelas dia. 

Yulius juga menerangkan, jika janji politik harus ditunaikan Midji-Norsan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar. Misalnya saja, pemekaran Provinsi Kapuas Raya, yang menjadi agenda besar dan harapan masyarakat di wilayah Timur Kalbar. Janji politik ini kata Yulius, masih sulit untuk direalisasikan.  

"Dan untuk pemekaran (Provinsi) Kapuas Raya saya pikir sulit, karena negara tengah fokus untuk pemindahan ibu kota negara," ujarnya. 

"(Realisasinya) Bisa ya, bisa tidak tergantung keuangan negara. Maka harusnya Gubernur, proaktif dan memperhatikan etika komunikasi untuk melakukan upaya yang kongkrit, berdasarkan mekanisme berdasakan ketentuan yang jelas," tutup Yulius. 

Untuk diketahui, jika tanggal 5 September 2019 nanti, Sutarmidji dan Ria Norsan  genap satu tahun menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar. Keduanya, dilantik Presiden Jokowi Dodo, usai meraih dukungan terbanyak dalam Pilkada Kalbar tahun 2018. (red) 

Sumber: Suara Kalbar 
Share:
Komentar

Berita Terkini