-->

Wabup Sintang Buka Pameran Warisan Budaya Tak Benda, 11 Tradisi Diakui Negara

Editor: Redaksi
Sebarkan:

Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny membuka Pameran Temporer Warisan Budaya Tak Benda di Museum Kapuas Raya, Senin (12/10/2026). Kabupaten Sintang telah memiliki 11 warisan budaya tak benda yang diakui negara. Pameran ini menjadi upaya memperkenalkan, melestarikan, dan mewariskan kekayaan budaya daerah kepada generasi mendatang. [tim]
SINTANG, suaraborneo.id – Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny membuka Pameran Temporer Warisan Budaya Tak Benda di Museum Kapuas Raya, Jalan Sintang–Putussibau KM 14, Senin (12/10/2026). Pameran yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang ini berlangsung selama lima hari, mulai 12 hingga 16 Oktober 2026.

Pembukaan pameran dihadiri tokoh masyarakat Sintang Milton Crosby, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Juliadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sintang Herkulanus Roni, Ketua AMIDA Kalbar Siti Musrikah, Sekretaris Daerah Sintang Kartiyus, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Florensius Ronny menegaskan bahwa kebudayaan merupakan jati diri sekaligus kekayaan berharga bagi suatu daerah. Menurutnya, kebudayaan tidak hanya berbentuk benda yang dapat disimpan dan dipamerkan di museum, tetapi juga mencakup pengetahuan, tradisi, bahasa, seni, upacara adat, makanan, permainan, keterampilan, hingga praktik budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan pameran yang mengangkat tema Warisan Budaya Tak Benda tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkenalkan, mendokumentasikan, dan mengedukasi masyarakat sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan budaya Kabupaten Sintang.

“Saya sangat mendukung Pameran Temporer Museum Kapuas Raya tahun 2026. Pameran ini menjadi ruang penting untuk memperkenalkan, mendokumentasikan, mengedukasi, sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan budaya yang dimiliki Kabupaten Sintang,” ujar Florensius.

11 Warisan Budaya Sintang Telah Diakui Negara

Florensius menjelaskan, Kabupaten Sintang memiliki kekayaan budaya yang beragam. Sejumlah tradisi dan karya budaya daerah tersebut telah memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia melalui penetapan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Pada 2021, tiga warisan budaya ditetapkan, yakni kain tenun ikat, kledik, dan bekana. Selanjutnya, pada 2022 ditetapkan bedudu.

Pada 2023, terdapat tiga warisan budaya yang kembali memperoleh penetapan, yaitu upacara dalo’, kain tating, dan gawai matah bunga. Sementara itu, pada 2025, empat warisan budaya lainnya ditetapkan, meliputi ngemai mandi anak ke sungai, betangkan beakuk, gawai ngamik semangat padi, dan tuak pekejang.

Dengan penetapan tersebut, Kabupaten Sintang kini memiliki 11 warisan budaya tak benda yang menjadi bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya daerah.

Florensius menyampaikan bahwa pengakuan negara tersebut patut disyukuri dan dibanggakan. Namun, menurutnya, penetapan sebagai warisan budaya tak benda bukanlah akhir dari upaya pelestarian, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan mewariskannya kepada generasi mendatang.

Ia mengingatkan agar generasi muda tidak hanya mengenal budaya daerah melalui buku maupun media sosial, tetapi juga memahami proses, praktik, dan makna budaya yang hidup di tengah masyarakat.

“Jangan sampai generasi muda kita mengenal budaya daerahnya hanya melalui buku atau media sosial, tetapi tidak lagi mengetahui bagaimana budaya tersebut dipraktikkan dan dimaknai oleh masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, Florensius mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terlibat aktif dalam menjaga kelestarian budaya lokal dengan mengenali, mempelajari, mencintai, dan bangga terhadap kebudayaan Kabupaten Sintang.

Ia juga mengapresiasi rangkaian kegiatan pameran yang tidak hanya menampilkan warisan budaya, tetapi turut melibatkan masyarakat secara langsung. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman publik sekaligus mendorong keberlanjutan pelestarian budaya daerah.

Melalui pameran ini, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap kekayaan warisan budaya tak benda dapat semakin dikenal luas, tetap hidup dalam kehidupan masyarakat, dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. [tim/red]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini