Peresmian hotel tersebut menjadi bagian dari geliat investasi sekaligus pertumbuhan sektor usaha di Kabupaten Sintang. Pemerintah daerah berharap kehadiran investasi baru dapat mendorong aktivitas ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Dalam sambutannya, Gregorius mengapresiasi pemilik dan manajemen Hotel Senayan yang telah berani menanamkan modal serta mengembangkan usaha di Kabupaten Sintang.
Menurutnya, kehadiran hotel baru tidak hanya menambah pilihan akomodasi bagi masyarakat dan tamu yang berkunjung, tetapi juga memberikan warna baru bagi perkembangan Kota Sintang.
“Pemkab Sintang berterima kasih kepada pihak investor yang sudah memberanikan diri untuk menambah warna kota ini. Sedikit banyak, Kota Sintang naik kelas karena adanya peranan Pak Andreas bersama manajemennya sebagai pemilik Hotel Senayan,” ujar Gregorius.
Ia menilai masuknya investasi baru menunjukkan bahwa Kabupaten Sintang masih memiliki peluang ekonomi yang cukup besar. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif agar pelaku usaha dapat mengembangkan bisnisnya.
“Saya berharap hotel ini juga bisa berjalan dengan lancar, bisa membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak lain, serta tentunya taat pajak,” katanya.
Gregorius juga menekankan agar investasi yang berkembang di Sintang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan dunia usaha akan beriringan dengan terbukanya lapangan pekerjaan, meningkatnya perputaran ekonomi, serta bertambahnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia pun mengajak para pengusaha dan masyarakat yang memiliki kemampuan finansial untuk melihat peluang investasi di daerah, tidak hanya menyimpan modal di lembaga keuangan.
“Saya lihat di sini banyak para pengusaha, duitnya banyak, mereka taruh di bank. Dan tidak semua berani berinvestasi seperti ini. Sementara di Sintang ini masih banyak peluang untuk berinvestasi,” ungkapnya.
Menurut Gregorius, keberanian mengambil langkah menjadi salah satu kunci dalam mengembangkan perekonomian daerah. Investasi tidak selalu harus dimulai dengan skala besar, tetapi dapat dilakukan dengan melihat peluang, menghitung risiko, dan mengambil keputusan secara tepat.
“Keberanian berinvestasi ini mudah-mudahan bisa menginspirasi kita untuk selalu berani melangkah, selalu berani mencoba. Karena peluang itu ada, tinggal bagaimana kita melihat dan memanfaatkannya,” lanjutnya.
Sebagai kepala daerah, Gregorius menegaskan Pemkab Sintang terbuka terhadap masuknya investasi baru. Pemerintah daerah akan memberikan ruang dan dukungan sesuai kewenangan untuk mendorong dunia usaha tumbuh dan berkembang.
“Saya sebagai kepala daerah tentu membuka ruang yang selebar-lebarnya untuk para investor untuk berinvestasi di Kota Sintang ini,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah dan dunia usaha terus diperkuat. Pemerintah berperan menyiapkan ruang dan kebijakan, sementara dunia usaha dapat membuka lapangan kerja, menggerakkan perekonomian, dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Kita ingin pemerintah dan dunia usaha bisa berjalan bersama. Pemerintah menyiapkan ruang dan kebijakan, sementara dunia usaha membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi dan memberikan kontribusi bagi daerah,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gregorius juga menyampaikan ucapan selamat kepada pemilik dan manajemen Hotel Senayan. Ia berharap hotel tersebut berkembang dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat maupun para tamu yang berkunjung ke Kabupaten Sintang.
“Selamat dan sukses atas dibukanya Hotel Senayan di Kota Sintang. Semoga usahanya semakin maju, semakin berkembang, memberikan manfaat bagi masyarakat dan tentunya memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Sintang,” pungkasnya.
Peresmian Hotel Senayan diharapkan menjadi salah satu momentum yang memperkuat geliat investasi di Kabupaten Sintang. Pertumbuhan sektor usaha dinilai dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat peran Kota Sintang sebagai pusat perdagangan dan jasa di wilayah timur Kalimantan Barat. [tim/red]
