Dalam sambutannya, Kartiyus menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan Pastori Resort GKE Sintang. Ia berharap keberadaan bangunan tersebut dapat menambah aset gereja yang harus dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan dengan baik.
Menurut Kartiyus, membangun fasilitas merupakan satu hal, sedangkan menjaga dan memeliharanya membutuhkan komitmen bersama. Karena itu, ia mengajak jemaat untuk bergotong royong melengkapi fasilitas di dalam pastori agar dapat menunjang kebutuhan pelayanan gereja.
“Kadang-kadang membangun bisa, tetapi menjaganya tidak bisa. Saya berharap kita bersama-sama mengisi pastori ini dengan fasilitas yang baik. Barang-barang yang ada di dalamnya juga harus menjadi aset gereja, bukan aset pribadi pendeta yang bertugas di sini,” ujar Kartiyus.
Ia menegaskan, seluruh perlengkapan yang dibeli untuk kebutuhan pastori sebaiknya menjadi inventaris gereja. Dengan demikian, ketika pendeta yang bertugas mendapat penempatan baru, fasilitas tersebut tetap berada di pastori dan dapat digunakan oleh pendeta pengganti.
Kartiyus juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Sintang dalam mendukung pembangunan rumah ibadah. Ia menjelaskan, pemerintah daerah memiliki prinsip untuk membantu pembangunan yang telah dimulai oleh umat atau jemaat, sehingga bantuan pemerintah dapat digunakan untuk mendukung penyelesaian pembangunan.
“Bupati Sintang sudah menyampaikan prinsip bahwa Pemkab Sintang akan membantu pembangunan tempat ibadah apabila umat beragama terlebih dahulu memulai pembangunan fisiknya. Jadi, bantuan pemerintah membantu menyelesaikan, bukan membangun dari nol,” jelasnya.
Sebagai jemaat GKE Petra sejak kecil, Kartiyus mengaku bangga melihat perkembangan pelayanan GKE di Kabupaten Sintang. Ia mengenang ketika GKE Petra masih memiliki delapan kepala keluarga (KK) dan dirinya mengikuti kegiatan sekolah minggu di gereja tersebut.
Menurutnya, perkembangan GKE hingga memiliki empat gereja di Kota Sintang menjadi pencapaian yang patut disyukuri.
“Dulu GKE Petra hanya memiliki delapan KK. Saya juga sekolah minggu di sini. Sekarang sudah ada empat gereja GKE di Kota Sintang. Ini sesuatu yang luar biasa,” ungkapnya.
Sementara itu, Pdt. Triotama T. Abel, M.Th., mengajak jemaat GKE Sintang bersama para hamba Tuhan untuk bergotong royong melengkapi fasilitas Pastori Resort GKE Sintang.
Ia menjelaskan, meskipun pembangunan fisik telah selesai, pastori tersebut masih membutuhkan berbagai perlengkapan untuk mendukung kenyamanan dan kebutuhan pendeta yang bertugas.
“Bangunan Pastori Resort GKE Sintang ini secara fisik sudah selesai, tetapi isinya belum ada. Karena itu, masih diperlukan pembiayaan untuk melengkapinya,” kata Triotama.
Ia berharap gereja dan jemaat dapat berpartisipasi dalam pengadaan perlengkapan pastori. Dengan begitu, seluruh barang yang tersedia menjadi aset bersama dan tetap dapat dimanfaatkan meskipun terjadi pergantian pendeta.
“Kalau barang-barang di dalam pastori dibeli oleh gereja dan jemaat, setiap pendeta pindah tugas tidak perlu membawa barang keluar. Cukup membawa pakaian pribadi dan perlengkapan rohani, sedangkan fasilitas lainnya tetap ditinggalkan di pastori,” pungkasnya. [tim/red]
.jpeg)