Berkolaborasi dengan Radio Mujahiddin 105,8 FM, talkshow ini mengusung konsep edukasi di ruang publik, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk lebih memahami berbagai isu kependudukan, pembangunan keluarga, serta pentingnya mempersiapkan generasi muda dalam menyongsong bonus demografi. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi dengan banyaknya pengunjung Car Free Day yang mengikuti rangkaian acara.
Talkshow menghadirkan narasumber dari Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Kalimantan Barat, Dr. Meiran Panggabean, SE.,M.Si dan Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat, ibu Fatmawati, S.Pd.,M.Pd. Meiran menyampaikan bahwa saat ini di Kalimantan Barat penduduk yang tidak bersekolah dan angka penduduk usia kerja yang tidak memiliki ijazah atau sertifikasi keahlian formal masih tinggi. Hal ini tentu saja menjadi tantangan dan hambatan apalagi di era bonus demografi sehingga membuat Pemerintah harus menyusun program program peningkatan kapasitas dan kompetensi. Sejalan dengan hal tersebut, Fatmawati menjelaskan bahwa Pemerintah telah menyediakan program pelatihan secara gratis melalui UPT Pelatihan Vokasi dan Produktivitas. UPT ini dahulu dikenal sebagai UPT Latihan Kerja Industri (PKPTK). Program program pelatihan tersebut dirancang berbasis kompetensi guna memberikan keahlian praktis dan sertifikat resmi bagi masyarakat yang belum bekerja. Fatmawati juga mengajak seluruh kaum muda di Kalimantan Barat untuk terus meningkatkan kompetensi sehingga tidak hanya dapat menjadi tenaga kerja yang kompeten namun dapat membuka peluang usaha kerja.
Melalui peringatan Hari Kependudukan Sedunia 2026, Kemendukbangga/BKKBN Kalimantan Barat berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa pembangunan kependudukan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan keluarga yang berkualitas dan generasi muda yang sehat, cerdas, serta produktif, bonus demografi dapat menjadi modal penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.(*/r)
