-->

Buntut Pemadaman Listrik Bergilir, BPM Geruduk Kantor PLN di Pontianak dan Kubu Raya

Editor: Redaksi
Sebarkan:

Massa aksi yang menamakan dirinya Barisan Pemuda Melayu mendatangi kantor PLN di Pontianak dan Kubu Raya. (Foto:istimewa)
Pontianak, suaraborneo - Tak kurang dari 200  massa yang menamakan dirinya Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalbar, menyerbu Kantor Pelayanan PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D)  dan Kantor Pelayanan PLN UP2B serta Unit Induk Distribusi Kalbar, di Pontianak dan Kubu Raya,  Rabu (8/7/2026).

Massa aksi menuntut penghentian pemadaman listrik bergilir serta kompensasi kerugian  akibat pemadaman bergilir.

Massa aksi Barisan Pemuda Melayu (BPM) berkumpul di Masjid Raya Mujahidin dipimpin  Ketua DPP BPM Kalbar, Gusti Edi. Dengan kawalan ketat personil kepolisian, massa aksi BPM melakukan konvoi menggunakan kendaraan roda dan mobil bergerak menuju PLN UP2D di Jalan Ismail Marzuki. 

Tiba di halaman kantor PLN UP2D perwakilan massa aksi melakukan orasi. 

Dalam orasinya, korlap aksi meneriakkan bahwa hari ini pihaknya datang bukan untuk mencari sensasi dan bukan untuk membuat keadaan semakin gaduh. 

"Kami datang karena rakyat sudah terlalu lama dibuat resah dengan pemadaman listrik yang terus terjadi. Listrik padam bukan hanya hitungan menit, tetapi berjam-jam" teriaknya. 

Menurut dia, di saat masyarakat membayar tagihan tepat waktu, seharusnya masyarakat juga berhak mendapatkan pelayanan listrik yang baik. Jangan sampai rakyat hanya diwajibkan membayar, tetapi haknya untuk mendapatkan listrik yang stabil justru diabaikan.

Kami meminta PLN segera menghentikan pemadaman yang terus berulang dan mempercepat pemulihan sistem kelistrikan. Masyarakat tidak butuh janji yang terus diulang setiap hari, masyarakat membutuhkan tindakan nyata. Kalau memang ada gangguan, sampaikan secara terbuka apa penyebabnya, bagaimana proses perbaikannya, dan kapan benar-benar selesai. Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam ketidakpastian.

Menurutnya, pemadaman listrik bukan hanya membuat rumah menjadi gelap, tetapi juga membuat kehidupan masyarakat ikut terganggu. Anak-anak tidak bisa belajar dengan nyaman, pekerja kesulitan menyelesaikan pekerjaannya, pedagang kehilangan pembeli, dan banyak aktivitas ekonomi yang berhenti. Yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat kecil yang setiap hari bergantung pada penghasilan harian. Jangan biarkan rakyat terus menjadi korban dari buruknya pelayanan listrik.

Menuntut agar PLN bertanggung jawab terhadap kerugian yang dialami masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Banyak usaha kecil yang mengalami kerugian karena bahan dagangan rusak, mesin produksi berhenti, dan pelanggan membatalkan pesanan akibat listrik padam. Jangan sampai masyarakat menanggung seluruh kerugian sendirian, sementara pihak yang memberikan pelayanan tidak menunjukkan tanggung jawab yang nyata.

Kami juga mengingatkan bahwa listrik bukan sekadar fasilitas, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Rumah sakit membutuhkan listrik untuk menyelamatkan nyawa pasien, instalasi air bersih membutuhkan listrik agar masyarakat tetap mendapatkan air, dan tempat ibadah juga membutuhkan listrik agar aktivitas keagamaan dapat berjalan dengan baik. Jangan sampai pelayanan publik lumpuh hanya karena pasokan listrik tidak dapat dijaga dengan maksimal.

Karena itu meminta  PLN agar tidak hanya fokus memperbaiki kerusakan, tetapi juga mengevaluasi secara menyeluruh sistem kelistrikan di Kalbar. 

Kalau gangguan seperti ini terus berulang setiap tahun, berarti ada masalah yang lebih besar yang harus segera dibenahi. Rakyat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana langkah nyata agar kejadian seperti ini tidak terus berulang di masa depan.

Massa meminta pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang memiliki kewenangan untuk tidak tinggal diam. Persoalan listrik bukan hanya urusan PLN, tetapi sudah menyangkut kepentingan jutaan masyarakat. Kami ingin para pemangku kebijakan hadir, mendengar keluhan rakyat, mengawasi proses pemulihan, dan memastikan ada evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kelistrikan di Kalimantan Barat. Jangan sampai persoalan sebesar ini hanya selesai dengan permintaan maaf tanpa adanya perubahan yang nyata.

Ditegaskan bahwa aksi ini bukan karena kami membenci PLN ataupun pemerintah. Justru karena kami peduli terhadap masyarakat Kalimantan Barat, kami memilih menyampaikan aspirasi secara terbuka. Kami ingin listrik segera kembali normal, masyarakat bisa kembali beraktivitas, pelaku usaha dapat bangkit, dan pelayanan publik berjalan seperti semula. Kritik yang kami sampaikan hari ini adalah bentuk kepedulian agar pelayanan kepada rakyat menjadi lebih baik. Kami berharap tuntutan ini benar-benar didengar dan ditindaklanjuti, bukan hanya menjadi catatan yang kemudian dilupakan.

Tuntutan aksi, diantaranya, hentikan oemadaman brutal dan pulihkan daya listrik di Kalbar. Jangan bebani rakyat karena pemadaman listrik berkelanjutan. Tuntutan ketiga PLN wajib memberikan ganti rugi bagi UMKM.Jaminan fasilitas publik, agar PLN menjamin daya kelistrikan seperti tempat ibadah, Rumah Sakit, dan air bersih.

Setelah beberapa saat melakukan orasi-orasi, massa aksi diterima oleh Manager Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) PT PLN (Persero) UID Kalbar, Prisma Asmara Yudha yang pada kesempatan tersebut mengatakan  PLN menyampaikan permohonan maaf atas padamnya listrik yang terjadi di berbagai wilayah. "Kami memahami kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga, usaha, hingga pelayanan umum. Saat ini seluruh tim kami terus bekerja di lapangan untuk mempercepat proses perbaikan agar pasokan listrik dapat kembali normal" ujarnya.

Berdasarkan hasil penanganan yang sedang berlangsung, kami menargetkan proses pemulihan sistem dapat selesai secara bertahap dan diharapkan sudah kembali normal pada tanggal 11 Juli 2026. Mohon pengertian dan kesabaran masyarakat karena proses pemulihan sistem kelistrikan harus dilakukan dengan hati-hati agar nantinya listrik dapat kembali stabil dan tidak menimbulkan gangguan lanjutan.

Seluruh masukan, kritik, dan keluhan yang disampaikan masyarakat pada kesempatan ini akan kami tampung dan kami teruskan kepada General Manager PLN sebagai bahan evaluasi. Aspirasi masyarakat sangat penting bagi kami agar pelayanan ke depan bisa menjadi lebih baik dan kejadian seperti ini dapat diminimalkan.

Pukul 14.10 WIB, massa aksi membubarkan diri dari Kantor PLN UP2D dan kembali konvoi menuju PLN UP2B di Jalan Karya Baru. Setibanya di Kantor Pelayanan PLN UP2B di Jalan Karya Baru, Pontianak, massa aksi diterima oleh Humas PT PLN (Persero) UP2B Kalbar, Jafrihan.

Menanggapi protes dan keluhan yang disampaikan massa aksi, Jafrihan  mengatakan  bahwa padamnya listrik yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalbar disebabkan adanya kerusakan pada mesin pembangkit di Bengkayang. Mesin tersebut merupakan salah satu mesin penghasil daya listrik terbesar yang menjadi pemasok utama sistem kelistrikan di wilayah ini. Akibat kerusakan tersebut, pasokan daya menjadi berkurang sehingga terpaksa dilakukan pemadaman di beberapa daerah. Kami memahami kondisi ini sangat berdampak pada aktivitas masyarakat dan kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Saat ini seluruh tim teknis PLN sedang bekerja tanpa henti untuk mempercepat proses perbaikan. Berdasarkan perkembangan penanganan yang ada, kami menargetkan pemulihan sistem dapat selesai pada tanggal 11 Juli dan kami optimistis sekitar 99 persen sistem kelistrikan akan pulih secara menyeluruh. Tentunya proses ini tetap mengutamakan aspek keamanan dan keandalan, sehingga kami memohon pengertian masyarakat untuk memberikan waktu kepada petugas agar perbaikan dapat diselesaikan dengan baik.

Semua kritik, keluhan, dan aspirasi yang disampaikan pada hari ini  dicatat dan diteruskan kepada General Manager PLN sebagai bahan evaluasi. "Kami berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kalbar, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan, serta berupaya agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang," katanya.

Mengakhiri aksi di Kantor PLN UP2B, Ketua Umum DPP BPM Kalbar, Gusti Edi beserta Ketua BPM Kota Pontianak dan Kubu Raya menyerahkan lilin sebagai aksi simbolis menyindir pemadaman listrik bergilir.

Sekitar pukul 14.43 WIB, massa aksi membubarkan diri dari PLN Karya Baru menuju PLN UID Kalbar di Jalan Adi Sucipto Kubu Raya.(r/lyn)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini