![]() |
| Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat menyampaikan sambutan dalam acara seminar dalam peringatan hari TBC sedunia |
Dalam sambutannya, Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengungkapkan bahwa penanganan TBC di Kabupaten Landak masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal penemuan kasus serta kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.
Menurut Karolin, TBC merupakan penyakit yang sulit dikenali karena gejalanya tidak selalu spesifik. Ia menjelaskan bahwa penyakit ini tidak selalu ditandai dengan batuk, bahkan pada anak-anak gejalanya cenderung lebih sulit didiagnosis.
“TBC itu adalah penyakit yang gejalanya bisa apa saja. Tidak harus selalu batuk, bisa apa saja, terutama pada anak-anak biasanya memang sulit untuk bisa mendiagnosa kasus TBC,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, berdampak pada rendahnya capaian penemuan kasus di lapangan. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa kinerja pemerintah daerah bersama puskesmas dalam program penanggulangan TBC juga belum sepenuhnya memenuhi target, termasuk dalam upaya pengobatan anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien.
“Kasus TBC di Kabupaten Landak sendiri hari ini masih cukup tinggi dan memang tadi juga kita evaluasi kinerja dari jajaran pemerintah dan Puskesmas belum memenuhi target untuk kasus penemuan, pengobatan pada anggota keluarga serumah,” katanya.
Melalui kegiatan seminar ini, Karolin berharap upaya penanganan TBC dapat ditingkatkan, khususnya dalam menemukan kasus secara lebih aktif serta memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.
Ia menegaskan bahwa salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah pasien menghentikan pengobatan sebelum waktunya, yang berisiko menyebabkan resistensi terhadap obat.
“Yang paling penting adalah mengobati sampai dengan tuntas. Karena yang sering terjadi itu adalah putus minum obat. Putus minum obat ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan ke depannya menjadi resisten atau kebal terhadap obat-obatan,” tegasnya.
Karolin juga mengimbau masyarakat untuk turut mendukung upaya penanggulangan TBC dengan memastikan pasien menjalani pengobatan secara lengkap hingga sembuh.
“Kepada masyarakat, kami menghimbau agar jika ada keluarga atau teman yang terdeteksi kasus TBC, obati sampai dengan sembuh. Minum obatnya memang lama, minimal enam bulan, tapi dengan pengobatan yang baik, kasus TBC dapat disembuhkan,” pungkasnya.(Anton/wah)
