![]() |
| Perayaan Misa Paskah di Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak, Minggu (5/4/2026) berlangsung khidmat. (Foto:adpim) |
Di hadapan para Pastor, Suster, Frater, Bruder, serta ribuan umat Katolik, Wagub menekankan pentingnya makna kebangkitan Kristus sebagai pembawa damai dan harapan baru bagi seluruh masyarakat.
Wagub menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada umat Katolik di Kalimantan Barat yang selama ini telah menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, umat Katolik telah membuktikan diri sebagai komunitas yang senantiasa mengedepankan kasih dalam interaksi sosial.
"Saya berterima kasih kepada seluruh umat Katolik yang telah menunjukkan bahwa kita adalah umat yang mengedepankan cinta kasih," kata Wagub.
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga memaparkan tantangan besar yang dihadapi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam hal pembangunan infrastruktur. Ia membandingkan luas wilayah Kalbar yang mencapai 1,11 kali luas Pulau Jawa, namun dengan anggaran (APBD) yang jauh lebih terbatas dibandingkan provinsi di Jawa, seperti Jawa Barat.
"Luas Jawa Barat hanya sekitar 43.000 km², setara dengan satu kabupaten di tempat kita (Ketapang). Sementara APBD kita hanya 6 triliun rupiah, jauh dibanding Jawa Barat yang mencapai 31 triliun rupiah," jelasnya.
Penjelasan ini diberikan sebagai respons atas kritik media sosial terkait pembangunan jalan, seraya mengajak umat untuk lebih bijak dalam menyerap informasi di era digital.
Menutup sambutannya, Wagub menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberagaman dan toleransi di Kalimantan Barat.
Dirinya memberikan kesaksian bahwa sejak kecil ia melihat umat Katolik sebagai umat yang sangat toleran dan tidak pernah melarang pemeluk agama lain untuk beribadah.
"Mari kita perkuat terus sikap toleransi, kebersamaan, dan kekeluargaan dengan mengedepankan cinta kasih terhadap sesama demi Kalimantan Barat yang lebih maju," pungkasnya.(r/*)
