-->

Maret 2026 Inflasi Tertinggi di Sintang 3,13 Persen, Terendah di Kota Singkawang 2,69 Persen

Editor: Redaksi
Sebarkan:

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Muh. Saichudin. (Foto:ist)
PONTIANAK, suaraborneo - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat merilis data inflasi di wilayah Kalbar yang berada di angka 0,25 persen pada bulan Maret 2026. Angka tersebut dikatakan terkendali dan lebih rendah jika dibandingkan dengan data inflasi secara nasional oleh BPS Indonesia, yaitu 0,41 persen.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Muh. Saichudin, menyampaikan bahwa inflasi secara tahunan atau year-on-year (y-on-y) di Kalbar sendiri tercatat sebesar 2,89 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang dengan angka sebesar 3,13 persen, sedangkan inflasi terendah di Kota Singkawang dengan angka 2,69 persen.

"Untuk bulan Maret sebesar 0,25 persen, itu secara bulanan. Kalau secara tahunan, untuk Kalimantan Barat, inflasinya sebesar 2,89 persen," kata Saichudin di Ruang Vicon BPS Provinsi Kalimantan Barat, Rabu, 1 April 2026.

Saichudin menyebut, inflasi tahunan di Kalbar yang terjadi cukup tinggi ini disebabkan karena beberapa faktor, salah satunya adalah diskon listrik pada bulan Januari dan Februari 2025, sedangkan pada Maret sudah kembali mengalami kenaikan tarif.

"Kalau kita bandingkan secara tahunan Maret 2026 dengan Maret 2025, terjadi perbedaan angka yang cukup tinggi indeksnya karena pada bulan Maret 2025 itu mengalami kenaikan, kan sudah gak diskon lagi. Walaupun masih ada sebagian yang pascabayar, itu menikmati penurunan harga tarif listrik," jelasnya.

Telur ayam ras, cabai rawit, udang basah, bawang putih, buncis, hingga kangkung menjadi komoditas utama yang mengalami inflasi pada Maret 2026 di Kalbar karena bertepatan dengan momentum perayaan Cap Go Meh dan Lebaran. Selain itu, transportasi udara juga turut menyumbang inflasi karena adanya permintaan penerbangan yang cukup tinggi meskipun terdapat diskon tiket pesawat yang diberikan.

"Walaupun pesawat udara itu juga adanya diskon dari pemerintah, tetapi kan sebelumnya juga sudah tinggi dulu karena ada perayaan Imlek di Kalimantan Barat, jadi permintaan cukup tinggi sehingga harga tiket pesawat itu tinggi. Kemudian didiskon, tetap masih tinggi," ujarnya.(*/r)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini