![]() |
| Foto bersama sebelum berangkat ke Pontianak |
Ketua DPC F.Hukatan KSBSI Landak, Hermanto, mengatakan para peserta yang mengikuti pelatihan merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengurus serikat pekerja dalam memahami hak-hak dasar pekerja serta mekanisme pengaduan digital di sektor kelapa sawit.
Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Jaringan Serikat Pekerja/Serikat Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI) bekerja sama dengan International Labour Organization (ILO) melalui proyek Realizing Trade Gains Free from Gender Discrimination and Child Labour (RealGains).
Program ini bertujuan memperkuat ekosistem perdagangan dan investasi berkelanjutan di sektor kelapa sawit melalui pemenuhan Hak-Hak Dasar di Tempat Kerja (FPRW), khususnya terkait penghapusan diskriminasi gender dan pekerja anak.
Hermanto menjelaskan, sektor kelapa sawit di wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kondisi kerja yang belum sepenuhnya aman, kerentanan pekerja perempuan terhadap paparan bahan kimia, hingga terbatasnya akses terhadap perlindungan maternitas dan jaminan sosial.
“Melalui pelatihan ini, para pengurus serikat buruh diharapkan mampu memahami penerapan nondiskriminasi di lingkungan kerja serta dapat menggunakan aplikasi pengaduan digital untuk membantu pekerja menyampaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan,” ujarnya.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung pada Kamis–Jumat, 21–22 Mei 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Hotel Orchad, Jalan Gajah Mada, Benua Melayu Darat, Pontianak.
Selain meningkatkan kapasitas peserta, kegiatan ini juga menargetkan para pengurus untuk melakukan sosialisasi lanjutan kepada sedikitnya 30 anggota di unit kerja masing-masing. Dengan demikian, program tersebut diharapkan mampu menjangkau sekitar 5.250 pekerja di wilayah Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Landak, Yuliana Titiari, menyampaikan apresiasi kepada DPC F.Hukatan KSBSI Landak dan jejaring JAPBUSI yang telah menginisiasi kegiatan penguatan kapasitas tersebut.
“Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Landak melalui Disperinaker sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPC F.Hukatan KSBSI Landak dan jejaring JAPBUSI yang telah menginisiasi gerakan penguatan kapasitas ini,” katanya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak manajemen perusahaan yang telah mendukung hak pekerja untuk memperoleh pendidikan dan pelatihan sesuai amanat regulasi.
“Kepada pihak manajemen perusahaan kami mengucapkan terima kasih karena telah mendukung hak pendidikan dan pelatihan ini sesuai dengan amanat regulasi,” tambahnya.
Pemerintah daerah berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan disiplin, menyerap materi secara maksimal, serta menjaga nama baik organisasi maupun perusahaan selama kegiatan berlangsung.(Anton)
