-->

Pedagang Ketar-ketir, Harga Produk Plastik Naik Tinggi

Editor: Redaksi
Sebarkan:

Aneka produk plastik yang mengalami kenaikan tinggi membuat pedagang kelimpungan terutama pedagang yang menggunakan kemasan plastik. (Foto:istimewa)
Pontianak, suaraborneo - Meroketnya harga produk plastik seperti kantong belanja, gelas dan thinwall membuat pedagang ketar-ketir.

Tak hanya pengusaha kuliner, pedagang sembako bahkan pedagang yang menjual aneka produk plastik itu pun mengaku serba salah karena mau tidak mau harus menaikkan harga jual.

Harga plastik  melonjak drastis hingga 30persen -50 persen bahkan hampir  mencapai 100 persen  di beberapa tempat per April 2026.

Hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku petrokimia, gangguan pasokan global, dan konflik di Timur Tengah. 

Kenaikan harga yang signifikan juga diduga akibat pasar minyak global yang turut memengaruhi permintaan dan penawaran terhadap kebutuhan plastik. Kondisi ini meningkatkan beban biaya operasional UMKM dan memicu kenaikan harga produk.

Pengamat ekonomi Kalbar, Andy Kurniawan Bong, menyampaikan bahwa plastik sendiri dibutuhkan oleh banyak sektor, khususnya untuk keperluan packaging atau pengemasan produk sehingga kenaikan harga plastik dapat berpengaruh terhadap harga jual kepada konsumen. Ia bilang, jika harga plastik semakin tinggi, masyarakat akan cenderung menahan diri untuk berbelanja.

"Ini plastik harganya semakin naik karena ada hubungan dengan minyak dunia sehingga memengaruhi supply dan demand terhadap plastik, yang akhirnya juga memengaruhi harga jual kepada konsumen. Dan plastik itu memengaruhi banyak sektor karena membutuhkan plastik untuk sebagai packagingnya, baik packaging makanannya ataupun yang sekadar kantong plastik," kata Andy saat ditemui di Pontianak, Senin, 13 April 2026.

Menyikapi hal tersebut, Andy menyarankan alternatif lain yang dapat digunakan dan disesuaikan kembali dengan kebutuhan sang penjual, seperti memakai packaging dari bahan karton atau kertas.

Ia pun berharap agar harga plastik dapat semakin turun sehingga tidak berdampak besar bagi mereka yang membutuhkan.

"Karena masalah perang, jadi harga plastik semakin membumbung tinggi sehingga kita berharap perangnya bisa selesai, bisa damai kembali sehingga roda kehidupan bisa normal kembali, perekonomian juga bisa normal," kata dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan ini.

Rima Karlina, pengusaha kuliner di Pontianak mengakui terkena imbas dengan melambungnya harga aneka produk plastik kemasan.

"Naiknya tinggi bikin kaget juga karena tiba-tiba," katanya.

Dia berharap harga-harga bisa turun, sehingga meningkatkan produksi.

"Kalau ini karena dampak harga minyak dunia dan efek perang semoga segera berakhir dan harga kembali normal," harap pemilik usaha kuliner Faban Puding ini.(*/lyn)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini