![]() |
| Petugas mengingatkan tentang keselamatan kepada calon penumpang di pelabuhan Dwikora Pontianak. |
PONTIANAK, suaraborneo – Menjelang puncak arus mudik lebaran 2026, Satgas Preemtif Operasi Ketupat Kapuas 2026 meningkatkan pengawasan dan sosialisasi di titik-titik keberangkatan penumpang. Salah satu fokus utama adalah Pelabuhan Dwikora Pontianak, yang menjadi pintu utama bagi masyarakat yang hendak pulang kampung menggunakan moda transportasi laut.
Ipda Abdul Aziz selaku Kasubsatgas Binmas Satgas Preemtif Ops Ketupat Kapuas 2026, turun langsung menemui para pemudik di terminal penumpang. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri dan barang bawaan selama perjalanan.
Ipda Abdul Aziz mengingatkan warga agar tidak membawa barang berharga secara berlebihan dan tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas di tempat keramaian.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan mudik menggunakan kapal laut agar selalu mengutamakan keselamatan. Pastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat, jaga barang bawaan dengan baik, dan jangan mudah percaya kepada orang asing yang menawarkan jasa atau barang secara mencurigakan," ujar Abdul Aziz Minggu (15/3/2026).
Ia juga menekankan pentingnya mengikuti aturan dari pihak otoritas pelabuhan dan kru kapal demi kelancaran operasional selama masa angkutan Lebaran.Komitmen Polda Kalbar dalam Pengamanan
Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat Kapuas 2026, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di lapangan adalah bentuk pelayanan prima untuk menjamin rasa aman bagi Masyarakat.
"Operasi Ketupat Kapuas 2026 ini menitikberatkan pada aspek preemtif dan preventif. Melalui sosialisasi yang dilakukan oleh Satgas Preemtif di Pelabuhan Dwikora, kita ingin memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang cukup mengenai prosedur keselamatan di laut," terang Bambang.
Ia juga menambahkan bahwa kepolisian telah bersinergi dengan instansi terkait untuk memantau arus penumpang agar tidak terjadi penumpukan yang melebihi kapasitas kapal (overkapasitas).
"Tujuan utama kami adalah terciptanya mudik yang aman, ceria, dan bermakna. Kami meminta masyarakat untuk kooperatif dan segera melapor kepada petugas di pos pengamanan terdekat jika menemui kendala atau gangguan keamanan selama di pelabuhan," pungkasnya.(*/r)
