![]() |
| Acara adat buka Pamabakng (foto Antonius) |
LANDAK, Suaraborneo.id – Prosesi adat "Pembukaan Pamabakng" resmi dilaksanakan di kantor PT Fortune Borneo resource ( PT FBR ), Sabtu 27/03/2026), sebagai simbol dibukanya kembali aktivitas operasional perusahaan setelah sempat terhenti akibat dinamika dengan masyarakat setempat.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan sebelumnya di kantor Camat Mandor.
Plt, Camat Mandor, Reno, dalam sambutannya menegaskan bahwa dengan dilaksanakannya ritual adat ini, maka seluruh aktivitas PT FBR sudah dapat beroperasi normal kembali mulai hari ini.
Ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas dan mematuhi tata tertib yang telah disepakati bersama demi kebaikan tiga desa terdampak, yakni Desa Kayuara, Pongok, dan Sunsum.
"Jangan ada lagi aksi-aksi kekerasan. Kejadian kemarin cukup menjadi pelajaran karena sangat menyita waktu dan tenaga kita semua," ujar Reno.
Senada dengan Camat, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Mandor, Agus Guletek, menjelaskan bahwa prosesi ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya dilakukan ritual di masing-masing tiga Binua.
Ia mengingatkan agar peristiwa serupa tidak terulang dan meminta pihak perusahaan untuk lebih transparan kepada masyarakat.
"Saya minta kepada pihak FBR, mari kita buka diri dengan masyarakat secara terang benderang agar tidak ada yang saling menutupi. Ini adalah cambuk peringatan bagi kita semua," tegas Agus Guletek.
Ia juga meminta masyarakat untuk selalu mengedepankan koordinasi melalui lembaga adat jika terdapat hal-hal yang kurang berkenan di kemudian hari.
Sementara itu, Direksi PT FBR Teddy Gunawan, menyampaikan komitmen perusahaan untuk memperbaiki diri dan menjaga hubungan yang lebih harmonis dengan warga sekitar. Pihaknya berharap kehadiran investasi ini dapat benar-benar memberikan manfaat nyata dan menyejahterakan masyarakat di wilayah tersebut.
"Ini pelajaran berharga bagi kami. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan persaudaraan agar perusahaan dan masyarakat dapat tumbuh bersama," pungkas Teddy.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Mandor, termasuk Kapolsek dan perwakilan Danramil, Kepala Desa dari tiga desa terkait, serta jajaran Timanggong Binua dan masyarakat setempat. (Anton)

