![]() |
| Foto bersama jemaat gereja PPIK Timotius Ngabang |
Ibadah syukur Minggu 22 Maret 2026 yang digelar berlangsung khidmat, sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat iman dan komitmen rohani di tengah perjalanan panjang gereja.
Dalam ibadah tersebut, Ev. Jhon Hetli menyampaikan firman Tuhan yang berfokus pada keteguhan iman dan pertumbuhan iman.
Mengambil dasar dari Kolose 2:6-7, ia menekankan bahwa kehidupan kekristenan tidak berhenti pada tahap mengenal Kristus, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan yang sungguh-sungguh berakar di dalam-Nya.
Jhon Hetli mengangkat subtema khotbah “Kepenuhan Hidup dalam Kristus,” yang sejalan dengan tema besar badan pimpinan pusat mengenai pertumbuhan dalam kasih dan berakar dalam firman Tuhan.
Ia mengajak jemaat untuk memahami bahwa hidup dalam Kristus adalah sebuah proses yang terus bertumbuh dan tidak stagnan.
Dalam pesannya, ia juga menegaskan prinsip dasar keselamatan dalam iman Kristen, yakni kedaulatan Tuhan yang memilih serta respon iman manusia dalam menerima Kristus. Kedua hal ini menjadi fondasi yang tidak terpisahkan dalam kehidupan orang percaya.
Lebih lanjut, jemaat diingatkan pada sejarah jemaat Kolose yang bertumbuh dari pelayanan murid-murid Rasul Paulus di Efesus.
Melalui konteks ini, Jhon Hetli mengajak jemaat PPIK untuk kembali memperkokoh dasar iman yang telah dibangun sejak awal.
Momentum peringatan HUT ke-72 ini juga menjadi ajakan bagi seluruh jemaat untuk terus berkomitmen bertumbuh, berakar, dan dibangun di atas dasar Kristus. Dengan demikian, perjalanan panjang gereja selama lebih dari tujuh dekade tidak hanya menjadi sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi untuk terus melangkah dalam iman.
Ibadah syukur ini diharapkan mampu memotivasi seluruh jemaat PPIK agar semakin teguh dalam iman serta mampu menghadirkan respon nyata dalam kehidupan sehari-hari, sebagai wujud syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan gereja.
Usai ibadah dilanjutkan dengan acara sederhana perayaan ulang tahun dengan peniupan lilin dan pemotongan kue ulang tahun sebagai tanda peringatan dan ditutup foto dan doa bersama mengakhiri acara. (Anton)

