![]() |
| Gerakan pangan murah Polda Kalbar di lapangan Jananuraga Jumat (13/3/2026) diserbu pembeli. (humas) |
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Jananuraga Mapolda Kalbar dan juga serentak dilaksanakan di seluruh Polres / Polresta yang ada di Kalimantan Barat. Jumat, (13/3/2026)
Hal ini merupakan inisiasi Polda Kalbar yang dilaksanakan secara serentak di 58 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Fokus utama dalam penyaluran kali ini adalah komoditas beras, dengan total volume mencapai 133.000 Kilogram atau 133 Ton.
Gerakan Pangan Murah ini adalah bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam mengawal ketahanan pangan Nasional di daerah.
Animo masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pagi hari. Berdasarkan data panitia, target penerima manfaat dari program ini mencapai 13.300 orang di seluruh penjuru Kalimantan Barat. Setiap paket telah diatur sedemikian rupa agar penyalurannya tepat sasaran kepada Warga yang membutuhkan.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., dalam keterangan persnya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung program pemerintah terkait stabilisasi pasokan dan harga pangan.
"Hari ini, kami melaksanakan Gerakan Pangan Murah serentak di 58 titik pelaksanaan di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Total beras yang disalurkan mencapai 133.000 Kg dengan target sasaran sebanyak 13.300 orang,"
"Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan langkah konkret untuk menekan laju inflasi dan memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar," Ungkap Bambang.
Ia menambahkan bahwa Personel di kewilayahan (Polres dan Polsek) juga dikerahkan untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib dan aman.
"Kami berharap dengan adanya GPM ini, fluktuasi harga pangan di pasar dapat lebih terkendali, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Polda Kalbar berkomitmen untuk terus bersinergi dengan instansi terkait guna menjaga kondusifitas ekonomi di Kalimantan Barat," pungkasnya.(*/r)
