-->

Jumlah Investor Pasar Modal di Kalbar Naik Sebanyak 71.173 Investor Baru

Editor: Antonius
Sebarkan:

Kepala Pelaksana Harian Wilayah Bursa Efek Indonesia Kalbar, Ardhy Anto berdiskusi bersama awak media Jumat (6/2/2026)



PONTIANAK, suaraborneo - Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid dan berbagai capaian signifikan. 

Kepala Pelaksana Harian Wilayah Bursa Efek Indonesia Kalbar, Ardhy Anto mengungkapkan capaian positif tercermin dari meningkatnya minat dan partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Total investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, obligasi, dan reksa dana meningkat 36,67% dari tahun 2024 menjadi 20,3 juta investor. 

Khusus untuk investor saham dan surat berharga lainnya, terdapat peningkatan lebih dari 2,2 juta investor menjadi 8,59 juta investor saham. 

"Pertumbuhan jumlah investor tersebut didukung oleh program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif, " jelasnya.

 BEI melalui Kantor Perwakilan dan Galeri Investasi BEI selama 2025 telah menyelenggarakan 29.474 kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi, secara langsung (offline) dan webinar yang diikuti oleh 2.820.702 peserta. Selain itu, terdapat 17.575 kegiatan edukasi pasar modal yang dilaksanakan secara virtual melalui media sosial dengan jangkauan audience sebanyak 24.092.031 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. 

BEI juga telah berhasil meraih sejumlah pencatatan efek baru yaitu 26 saham baru dengan total fund-raised IPO saham mencapai Rp18,1 triliun. 

Dengan demikian kata Ardy, total perusahaan tercatat saham sampai dengan saat ini telah mencapai 956 perusahaan. Adapun raihan pencatatan efek baru lainnya meliputi 181 emisi obligasi dan sukuk, 3 Exchange-Traded Fund (ETF), 1 Efek Beragun Aset (EBA), serta 647 waran terstrukur pada tahun 2025 ini. 

Selama tahun 2025, pasar modal Indonesia bergerak dinamis dan menunjukkan tren positif seiring dengan perkembangan kondisi global maupun domestik. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 22,10% secara year-to-date pada level 8.644,26 Kemudian, sepanjang tahun 2025 data perdagangan mulai mengalami kenaikan dibandingkan akhir tahun lalu dengan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) berada pada posisi Rp18,06 triliun. Data tersebut diikuti dengan volume transaksi harian sebesar 30,27 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi harian mencapai 1,78 juta kali transaksi. Aktivitas perdagangan di sepanjang tahun 2025 juga mencatatkan beberapa rekor baru yang mencapai 24 kali all-time high, diikuti dengan rekor kapitalisasi pasar tertinggi yang mencapai Rp16 ribu triliun.

Menyambut tahun 2026, BEI juga telah menetapkan sejumlah target pencapaian, yaitu pertumbuhan jumlah investor sebanyak 2 juta investor baru, RNTH mencapai Rp15 triliun per hari, dan total jumlah pencatatan efek baru di pasar modal mencapai 555 efek baru meliputi dari efek saham, obligasi/sukuk, Kontrak Investasi Kolektif (KIK) baru yang mencatatkan DIRE/DIRE Syariah, DINFRA, ETF, KIK-EBA/KIK-EBA Syariah, EBA-SP/EBA-SP Syariah. Dukungan pemangku kepentingan pasar modal menjadi faktor penting dalam pencapaian target tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di Kantor Wilayah BEI Kalimantan Barat (KanWil. BEI Kalbar sepanjang 2025 pertumbuhan dan perkembangan pasar modal juga mengesankan, lanjutnya.

 Dimana terdapat kenaikan jumlah investor pasar modal menjadi sebanyak 258.248 orang investor atau naik sebanyak 71.173 investor baru. Tercatat ada penambahan sebanyak 6 galeri investasi baru yang totalnya menjadi 32 galeri investasi.

Dikatakan Ardy galeri investasi tersebut tersebar di berbagai Kota/Kabupaten, sebagai salah satu sarana pusat penyebarluasan informasi keuangan dan investasi bagi masyarakat. Untuk semakin meningkatkan awareness dari Masyarakat. KanWil BEI Kalimantan Barat juga telah melakukan berbagai program kegiatan edukasi yang tercatat sebanyak 924 kegiatan sepanjang tahun 2025 dengan diikuti oleh 171.396 peserta, sehingga diharapkan semakin meningkatkan pemahaman Masyarakat dalam berbagai lapisan untuk lebih sadar terkait dengan pengelolaan keuangan dan investasi.  

Dalam menghadapi tantangan di tahun 2026 tahun ini Kanwil BEI Kalbar juga sudah menyiapkan program – program unggulan yang akan dilaksanakan antara lain: Sinergi dan kolaborasi lebih erat dengan stakeholder industri keuangan, kampanye penggunaan aplikasi IDX Mobile untuk memberikan akses informasi gratis dan real time pada Masyarakat, memperbanyak kegiatan edukasi on line agar bisa menjangkau Masyarakat lebih luas dan lebih banyak, semakin meningkatkan edukasi produk non saham sebagai salah satu alternatif investasi bagi Masyarakat, dan pendampingan untuk perusahaan – perusahaan potensial daerah yang tertarik untuk memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan. 

Sejalan dengan hal tersebut maka pada Jumat (6/2/2026) dilaksanakan kegiatan workshop go Public yang diselenggarakan oleh BEI, bekerjasama dengan Gabungan Perusahaan Alat-alat kesehatan (Gakeslab) Provinsi Kalimantan Barat, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Provinsi Kalimantan Barat dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Pontianak. Dalam workshop go public kali ini mengambil tema Go Big With Go Public menjadi perusahan besar melalui pasar modal. Dalam kegiatan kali ini menghadirkan narasumber Listyorini Dian Pratiwi selaku  Vice Director Listed Company Development Division BEI. Mari Fransiska selaku Head of Investment Banking PT KGI Sekuritas. Dan Hansen Teguh selaku Head of Investor Relation PT Jayamas Medica Industri Tbk. Dalam kegiatan tersebut dipaparkan bagaimana seluk beluk tentang IPO terkait dengan manfaatnya, prosesnya, dan hal – hal apa saja yang perlu dipersiapkan. Selain itu juga dari narasumber juga menyampaikan success story perusahaan yang sudah berhasil IPO di BEI.(r/lyn)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini