Kegiatan Cleanup di Aliran Sungai Tumila Dusun Senakin Membawa Harapan Baru bagi Lingkungan

Editor: Antonius
Sebarkan:

Kegiatan Cleanup di aliran sungai membersihkan sampah (foto Dwi Parlindungan)
LANDAK, suaraborneo.id - Aliran Sungai Tumila di Dusun Senakin, Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak menjadi saksi dilaksanakannya kegiatan cleanup yang bertujuan menghormati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu 22 Juni 2024 dimulai pukul 09:00 hingga selesai.

Berbagai pihak terlibat dalam kegiatan bakti sosial ini, yang dipimpin oleh Kapolsek Sengah Temila atau perwakilan Dwi Perlindungan.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari sejumlah pihak, termasuk Kadus Senakin Tangah, Yakobus Heriyanto, dan Redkar SAPPAKAD 137 Pahauman, HW. Rogers. Relawan pemadam kebakaran dari Senakin Ilir, seperti Riyan Fathalas dan Sutikno, serta Firefighter Mandiri Danatus dan Rianto Berno Salato juga turut hadir. Forum Pemuda Pemudi Senakin, yang diwakili oleh Marbangun Pangalayo, S.Pd, Billy Harmento, dan Jumihadi, ikut berpartisipasi dalam acara ini.

Ada pula kehadiran junjungan menjaga kelestarian lingkungan, yaitu Redkar Macah Bara Sidas, seperti Junaidi Atos, Dinus, dan Mondes. World Cleanup Day Landak juga ikut serta dalam kegiatan ini, dengan diwakili oleh Markus, Fajarery, Vrisila Tiara, Benedikta Bulle, Floresta Wirda Anggela, Pitri Reho, Nika, dan Prayuda Bagas.

Guru SMAN 1 Sengah Temila, Jumeno, S.Pd, Ketua RT.003 Dusun Senakin, F. Sion, Sispala SMAN 1 Sengah Temila, Mario Ardiano, serta sejumlah warga masyarakat juga menyumbangkan tenaga dan partisipasinya dalam kegiatan ini. 

"Para relawan bekerja keras membersihkan sampah dan batang kayu yang menumpuk di aliran Sungai Tumila dengan mengangkatnya ke atas tanah," kata Dwi Parlindungan.

Kegiatan cleanup yang dilakukan di hari itu diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Selain membersihkan sungai dari sampah, kebersihan sungai ini juga akan mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga aliran sungai yang lebih baik di masa mendatang. 

"Semua pihak yang terlibat percaya bahwa kerjasama dan upaya bersama dalam mempertahankan kelestarian lingkungan adalah kunci bagi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan," ungkap Dwi Parlindungan. (Anton)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini