Beberapa Tokoh Pemuda Sekadau Minta Aparat Tindak Tegas Edy Mulyadi

Sebarkan:

Ketua GPM Kabupaten Sekadau, Paulus Sutami (kiri) dan Ketua PA GMNI Kabupaten Sekadau, Jonado (kanan) 
Sekadau Kalbar, Suaraboreneo.id - Terkait video Edy Mulyadi yang beredar luas di dunia maya, dimana dalam beberapa kali pernyataan yang dibuat mengatakan secara eksplisit bahwa kalimantan adalah tempat jin buang anak, pasarnya kuntilanak, genderuwo dan rumahnya monyet. 

Ini secara gamblang dan menyatakan bahwa perilaku rasisme dan melecehkan bangsa sendiri maaih saja terjadi sampai saat ini. 

Menanggapi hal tersebut Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis Kabupaten Sekadau, Paulus Sutami mengutuk keras Edy Mulyadi yang telah mengatakan bahwa Kalimantan ini tempat jin buang anak, pasarnya kuntilanak, genderuwo dan rumahnya monyet.

"Kami tidak perlu maaf dari Edy Mulyadi dan kami juga tidak meminta Edy Mulyadi mencabut laporannya, yang kami minta aparat keamanan bertindak tegas terhadap Edy Mulyadi karena pernyataan Edy Mulyadi ini berpotensi memecah belahkan persatuan karena kedudukan kita di Indonesia ini sama," kata Paulus Sutami saat diwawancarai Suaraborneo.id. Senin (24/1/2022). 

"Dengan pernyataan Edy Mulaydi tersebut membuat ribut orang Kalimantan dan kami harap Aparat bertindak tegas terhadap Edy Mulyadi," tegasnya. 

Senada dengan hal diatas, Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Sekadau, Jonado, menyatakan sikap atas pernyataan yang dilontarkan Edy Mulyadi bahwa Kalimantan ini tempat jin buang anak, pasarnya kuntilanak, genderuwo dan rumahnya monyet.

"Kami dari GMNI mengutuk keras dan meminta aparat keamanan yang berwenang untuk menindak tegas Edy Mulyadi yang sudah meresahkan warga Kalimantan dan menyayat-nyayat hati nurani orang Kalimantan," tegasnya 

Hal senada dikatakan Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Sekadau, Abun Tono juga menanggapi pernyataan Edy Mulyadi dalam videonya. 

"Kita menyayangkan pernyataan saudara Edy Mulyadi dan meminta pertanggungjawaban secara resmi dari yang bersangkutan serta meminta aparat untuk segera bertindak," pungkasnya. (Novi).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini