PGIW Kalbar Gelar Sidang MPL Tahun 2021

Sebarkan:

Ketum PGIW Kalbar, Pdt. Paulus Ajong Pimpin Sidang MPL, Selasa (23/11/2021)

PONTIANAK, Suaraborneo.id - Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Kalimantan Barat menggelar sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) tahun 2021. Acara tersebut berlangsung di lantai 3 hotel IBIS Pontianak diikuti oleh 49 perwakilan gereja dibawah naungan PGIW Kalbar, baik secara online maupun offline, Selasa (23/11/2021).

Ketua Umum Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Kalbar, Pendeta Paulus Ajong, mengatakan, kegiatan ini untuk membahas realisasi program kerja tahun 2020-2021 sekaligus menetapkan dan mengesahkan program kerja untuk tahun 2021-2022.

Menurutnya, ada banyak hal dan isu penting yang diputuskan melalui sidang MPL tahun ini terutama untuk program kerja untuk tahun 2022 diantaranya, tetap bersinergi bersama pemerintah dalam menangani penyebaran pandemi Covid-19 seperti mengalakkan vaksinasi kepada masyarakat.

“Bahkan untuk tahun 2022 kami ingin vaksinasi sampai ke pelosok-pelosok pedalaman, itu untuk Covid-19,” katanya.

Untuk program lain, PGIW Kalbar juga akan membangun kemitraan dengan pemerintah dan antar umat beragama termasuk membangun kerjasama di internal gereja, karena banyak masalah yang dihadapi sehingga tidak bisa dihadapi secara sendiri.

Selain itu, dari tanggal 24-27 November, PGIW Kalbar juga menjadi tuan rumah pelaksanaan seminar agama-agama untuk tingkat nasional di Kalbar. Seminar ini dinilai sangat penting mengingat Indonesia pada umumnya dan khususnya Kalbar memiliki masyarakat yang majemuk.

“Kerukunan adalah suatu keharusan, dan kerukunan itu tidak bisa terjadi dengan sendirinya, harus diperjuangkan secara bersama-sama,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Paulus Ajong, PGIW Kalbar merasa memiliki tanggungjawab untuk bersama berjuang mewujudkan kerukunan antar umat beragama. 

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Kalbar, Pendeta Filemon Adi Sukardi. Ia menjelaskan, meski kita berbeda agama, namun masih dalam keluarga besar masyarakat Kalimantan barat yang rukun.

Ia menambahkan, bahwa PGIW menginginkan agar orang-orang gereja menjadi pelopor agar kerukunan antar umat beragama menjadi sangat utama dan paling utama dalam kehidupan.

“Kami berharap, dengan dilaksanakan sidang MPL yang merupakan kegiatan PGIW tahunan, kita berusaha juga untuk menciptakan Kalimantan barat yang toleransi,” pungkasnya. (TN)



Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini