Penyampaian LKPJ APBD Kabupaten Sintang 2020

Sebarkan:

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sintang 

Sintang Kalbar, suaraborneo.id - Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sintang masa persidangan II tahun 2021, Kamis (8/7/2021), di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Sintang dengan agenda, penyampaian Bupati Sintang terhadap Raperda tentang laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) APBD Kabupaten Sintang tahun anggaran 2020.


Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Florensius Ronny, A. Md didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang Heri Jambri, SH, MH 


Turut hadir dalam Rapat Paripurna tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si, Anggota Forkopimda Kabupaten Sintang, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang dan Anggota DPRD Kabupaten Sintang. 


Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH dalam pidatonya menjelaskan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang LKPj APBD tahun anggaran 2020 dilaksanakan dan disusun untuk memenuhi amanat Undang–Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang  Pemerintahan Daerah, pasal 320 ayat 1 yang mengamanatkan bahwa kepala daerah menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah kepada DPRD berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir.


“Apresiasi saya sampaikan atas sinergitas, kerjasama, kerja keras dan partisipasi dari seluruh pimpinan dan anggota dewan, rekan-rekan di jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang serta seluruh komponen masyarakat dalam dalam mengawasi dan melaksanakan pengelolaan keuangan dan pembangunan daerah Kabupaten Sintang, sehingga dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang positif. Sampai dengan tahun anggaran 2020 laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Sintang 9 (sembilan) kali secara berturut-turut mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) perwakilan Kalimantan Barat. Ini merupakan prestasi kita bersama yang patut dipertahankan dan ditingkatkan,” ungkapnya 


Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sintang tahun 2020, telah disusun sesuai dengan amanah dan ketentuan Peraturan pemerintahan nomor 71 Tahun 2010 tentang standar akuntansi pemerintahan. Laporan keuangan pemerintah Kabupaten Sintang tahun 2020, secara khusus tentang laporan realisasi anggaran yang merupakan perbandingan antara target anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan dengan realisasi anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan tahun 2020, sehingga akan menghasilkan SILPA atau selisih lebih penggunaan anggaran. Dari laporan realisasi anggaran pemerintah Kabupaten Sintang tahun 2020 terdapat selisih lebih pembiayaan anggaran (SILPA) tahun berkenaan sebesar RP.46,13 Milyar. SILPA menggambarkan secara umum bahwa realisasi pendapatan melampaui target yang ditetapkan sedangkan belanja terdapat efisiensi penyerapan atau terdapat penganggaran kembali kegiatan yang belum dilaksanakan pada tahun anggaran 2020. 


Laporan perubahan saldo anggaran lebih menunjukkan bahwa SILPA tahun 2020 sebesar Rp46,13 Milyar, jika dibandingkan dengan SILPA tahun anggaran 2019 sebesar Rp144,84 Milyar. Maka terjadi penurunan SILPA Rp98,71 Milyar atau sebesar 68,15 persen. 


“Laporan pertanggungjawaban APBD tahun 2020 telah kami sampaikan dan saya menyadari bahwa yang kami sampaikan belum sempurna karena masih terdapat beberapa temuan pemeriksaan dari BPK-RI karena masih belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu kami dan jajaran pemerintah kabupaten Sintang akan terus berupaya menjadi lebih baik dan berupaya terus memberikan yang terbaik bagi kemajuan masyarakat dan pemerintah Kabupaten Sintang,” kata Sudiyanto. 


“Pada tahun anggaran 2020, ada hal-hal di luar jangkauan kewenangan, serta keterbatasan sumber daya yang pemerintah Kabupaten Sintang miliki, khususnya pada sumber dana, serta kondisi diluar perhitungan atau prediksi yang menjadi tolak ukur kami sebelumnya. Pandemi covid-19 telah menjadi bencana kesehatan dan kemanusiaan di abad ini yang berimbas pada semua lini kehidupan manusia,” tutupnya. (hms) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini